Tenaga medis menangani pasien di unit perawatan intensif sebuah rumah sakit di Leganes, Spanyol. (PIERRE-PHILIPPE MARCOU/AFP)
Tenaga medis menangani pasien di unit perawatan intensif sebuah rumah sakit di Leganes, Spanyol. (PIERRE-PHILIPPE MARCOU/AFP)

Kematian akibat Covid-19 di Eropa Lampaui 250 Ribu

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona covid-19 Berita Virus Corona Hari Ini
Willy Haryono • 19 Oktober 2020 09:19
Paris: Lebih dari 250 ribu orang di benua Eropa telah meninggal akibat virus korona (covid-19), berdasarkan penghitungan kantor berita AFP pada Minggu, 18 Oktober. Total 250.030 kematian kini telah tercatat dari 7.366.028 kasus terkonfirmasi covid-19 di Eropa.
 
Dikutip dari laman New Straits Times pada Senin, 19 Oktober 2020, lima negara Eropa yang terkena imbas terparah menyumbang lebih dari dua per tiga total kematian akibat covid-19 di benua tersebut.
 
Inggris mencatat 43.646 kematian dari 722.409 infeksi. Setelah Inggris, negara Eropa yang terkena dampak terburuk adalah Italia dengan 36.543 kematian, Spanyol 33.775, Prancis 33.392, dan Rusia 24.187.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam tujuh hari terakhir, 8.342 kematian tercatat di Eropa. Angka mingguan tersebut merupakan yang tertinggi di Eropa sejak pertengahan Mei.
 
Data terbaru muncul saat beberapa negara Eropa memperketat pembatasan di sejumlah kota dan wilayah terkait lonjakan infeksi covid-19.
 
Kantor cabang Eropa dari Organisasi Kesehatan Duia (WHO) mengatakan pada Kamis kemarin bahwa lonjakan kasus covid-19 di Benua Biru merupakan sesuatu yang "sangat mengkhawatirkan."
 
Sementara itu, jalanan Paris dan delapan kota lainnya di Prancis relatif sepi di tengah pemberlakuan aturan jam malam terkait covid-19 pada Sabtu, 17 Oktober. Aturan terbaru ini bertujuan menekan angka rata-rata penyebaran covid-19 di Prancis -- salah satu yang terparah di benua Eropa.
 
Jam malam di Prancis berlaku untuk kota Paris, Marseille, Lyon, Lille, dan lainnya. Lewat aturan ini, semua orang di Prancis dilarang keluar rumah mulai pukul 21.00 hingga 06.00 pagi.
 
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, jam malam ini berguna untuk menghindari risiko membludaknya pasien di seluruh rumah sakit di seantero negeri. Namun kebijakan ini dikhawatirkan dapat semakin memperburuk sektor perekonomian Prancis.
 
Aturan jam malam juga diterapkan di Italia karena adanya lonjakan kasus covid-19. Italia, negara pertama di Eropa yang terkena dampak parah covid-19 di fase awal, mencatat lonjakan infeksi pada Sabtu kemarin.

 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif