Vaksin covid-19 dari Sinovac dinyatakan manjur 78 persen. Foto: AFP
Vaksin covid-19 dari Sinovac dinyatakan manjur 78 persen. Foto: AFP

Beda Hasil Tes Sinovac Brasil dan Turki

Internasional Virus Korona turki brasil covid-19 vaksin covid-19 Sinovac
Fajar Nugraha • 08 Januari 2021 12:41
Brasilia: Pada Kamis 7 Januari 2021, pejabat di Brasil mengumumkan bahwa vaksin covid-19 Sinovac memiliki tingkat kemanjuran hingga 78 persen. Hasil diraih dari uji coba tahap akhir atau Fase Tiga dari vaksin bernama CoronaVac.
 
Baca: Brasil Nyatakan Vaksin Sinovac Manjur Hingga 78 Persen.
 
Hasil uji itu berbeda jauh yang sudah diumumkan Turki. Pada Desember lalu, Turki menyatakan bahwa vaksin keluaran Tiongkok itu memiliki tingkat kemanjuran hingga 91,25 persen melawan virus korona.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Vaksin CoronaVac Sinovac 78 persen efektif dalam mencegah kasus ringan covid-19 dan 100 persen efektif melawan infeksi parah dan sedang,” kata Direktur Butantan Institute, Dimas Covas yang bermitra dengan Sinovac untuk membuat suntikan secara lokal.
 
“Percobaan didasarkan atas sekitar 220 relawan terinfeksi. 160 di antara mereka adalah yang disuntik dengan plasebo, sementara hampir 60 menerima vaksin,” imbuh Covas
 
Namun hasil tes Sinovac di Brasil ini bertentangan dengan perkiraan Turki
rkan pada Kamis. Turki adalah salah satu negara yang membeli vaksin Sinovac Biotech tersebut.
 
Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan Turki mencapai kesepakatan dengan perusahaan untuk membeli 50 juta dosis vaksin yang diklaimnya 91,25 persen efektif dan Turki akan memvaksinasi sekitar 9 juta orang pada tahap pertama.
 
Bulan lalu, peneliti Brasil mengatakan bahwa kemanjuran vaksin itu antara 50 hingga 90 persen. Kemudian pihak berwenang Turki mengatakan uji coba tahap akhir untuk CoronaVac, telah terbukti 91,25 persen efektif berdasarkan analisis sementara.
 
Baca: Turki Umumkan Vaksin Covid-19 Sinovac Manjur 91,25 Persen.
 
Turki telah menerima tiga juta dosis vaksin Sinovac sebelum Natal lalu, tetapi vaksinasi massal belum diluncurkan.
 
Sementara itu, Chief Executive BioNTech Ugur Sahin mengatakan pihaknya telah mengirimkan 25 ribu dosis vaksinnya ke Turki. Namun, ada kampanye di media sosial Turki tentang nasib 25 ribu dosis. Sejauh ini tidak ada laporan tentang bagaimana 25 ribu dosis ini telah diberikan.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif