Kedutaan AS di Ukraina sebelum invasi Rusia ke negara itu./AFP
Kedutaan AS di Ukraina sebelum invasi Rusia ke negara itu./AFP

Dua Menterinya Selamat di Ukraina, AS akan Buka Kembali Kedutaan di Kiev

Internasional Amerika Serikat ukraina rusia Rusia-Ukraina Antony Blinken Lloyd J. Austin III Perang Rusia-Ukraina
Marcheilla Ariesta • 26 April 2022 07:32
Kiev: Amerika Serikat (AS) akan membuka kembali kantor kedutaan mereka di Ukraina. Dua menteri AS berjanji akan lebih banyak bantuan militer diberikan untuk melawan pasukan Rusia.
 
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin mengatakan, kemampuan mereka hadir di Ukraina sebagai bukti kegigihan dalam memaksa Moskow menghentikan serangan dan meninggalkan ibu kota negara itu bulan lalu.
 
"Dalam hal tujuan perang Rusia, mereka gagal dan Ukraina berhasil," ucap Blinken usai kunjungan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Laman Channel News Asia, Selasa, 26 April 2022 melaporkan, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa krisis akan berakhir dengan kesepakatan. Namun, isinya tergantung pada situasi militer.
 
Baca juga: 2 Menteri AS Diam-Diam Datang ke Ukraina, Umumkan Tambahan Bantuan Militer
 
Ia mengkritik Kiev karena hanya meniru negosiasi. Sementara itu, sebelumnya duta besar Rusia di Washington meminta agar AS berhenti mengirimkan senjata.
 
Mereka memperingatkan, pengiriman besar senjata Barat mengobarkan konflik.
 
Perang yang berlangsung selama dua bulan itu telah menewaskan atau melukai ribuan orang, membuat kota-kota menjadi puing-puing. Perang memaksa lebih dari lima juta orang mengungsi ke luar negeri.
 
Pasukan Rusia terpaksa mundur dari Kiev usai menghadapi perlawanan keras dari militer Ukraina. Hingga kini, baru Mariupol, kota besar yang direbut pasukan Rusia.
 
Negeri Paman Sam menjanjikan USD713 juta (setara Rp10,2 triliun) dalam membentuk bantuan baru untuk Ukraina dan negara-negara lain di kawasan tersebut, yang dipandang berpotensi rentan terhadap ancaman Rusia.
 
Gedung Putih juga memperingatkan kemungkinan akan ada lebih banyak sanksi terhadap Moskow.
 
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, Barat gagal memecah belah masyarakatnya dan menuduh mereka menghasut Kiev untuk merencanakan serangan terhadapa wartawan Rusia.
 
Moskow berusaha mengganggu pasokan senjata dari sekutu Kiev dengan mengebom infrastruktur kereta apinya. Kementerian Pertahanan Rusia mengataka, misilnya menghancyrkan enam fasilitas yang menggerakkan jalur kereta api, yang dugunakan untuk mengirim senjata asing ke pasukan Ukraina di wilayah Donbas timur.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif