PM Inggris Boris Johnson. (Jack Hill / POOL / AFP)
PM Inggris Boris Johnson. (Jack Hill / POOL / AFP)

Terancam Mosi Tidak Percaya, PM Inggris akan Longgarkan Aturan Covid-19

Willy Haryono • 19 Januari 2022 12:29
London: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berencana mengumumkan pelonggaran aturan Covid-19 untuk seantero negeri, dalam upaya menenangkan sejumlah anggota partai konservatif yang geram atas skandal "pesta minuman keras" yang terjadi di tahun 2020. Media lokal Inggris melaporkan, PM Inggris Boris Johnson terancam menghadapi mosi tidak percaya jika 54 anggota parlemen menghendakinya.
 
Kabinet PM Johnson dijadwalkan mengkaji kembali berbagai aturan Covid-19 dalam sebuah pertemuan di London hari ini, Rabu, 19 Januari 2022.
 
Nantinya, PM Johnson akan mengumumkan keputusan pelonggaran aturan Covid-19 di House of Commons. Pelonggaran yang akan diumumkan meliputi diakhirinya aturan work from home (WFH) dan terkait persyaratan masuk ke stadion olahraga dan kelab malam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejak infeksi Covid-19 di Inggris mencapai puncaknya di angka 218 ribu pada awal Januari, kasus hariannya perlahan-lahan mulai menurun. Selasa kemarin, Inggris mencatat tambahan infeksi harian Covid-19 di kisaran 94 ribu.
 
Pelonggaran aturan Covid-19 diyakini dapat menyenangkan sejumlah anggota partai konservatif atau Tory yang sejak lama menginginkan kehidupan normal walau Covid-19 masih ada. Langkah ini dapat menghindarkan PM Johnson dari ancaman mosi tidak percaya terkait pesta miras di area taman Downing Street pada 2020.
 
Namun menurut media Daily Telegraph dan ITV, kemarahan terhadap PM Johnson belum mereda. Kedua melaporkan bahwa 54 tanda tangan yang dibutuhkan untuk memulai mosi tidak percaya bisa saja terkumpul Rabu ini.
 
Baca:  Imbas Pesta Miras, PM Inggris Boris Johnson Terancam Mosi Tidak Percaya
 
Sejak kabar pesta miras di Downing Street muncul ke permukaan, PM Inggris telah beberapa kali meminta maaf. Namun PM Johnson berkukuh pesta "bawa sendiri miras Anda" di Downing Street No 10 pada 20 Mei 2020 adalah sebuah acara kerja. Ia juga mengaku tidak diberi tahu sebelumnya mengenai rencana menggelar pesta miras di Downing Street.
 
"Saya ingin meminta maaf," ucap PM Johnson dalam sebuah pernyataan singkat saat membuka sesi tanya jawab rutin di House of Common pekan kemarin.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif