Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Ilmuwan Temukan Kemungkinan Penyebab Hepatitis Akut pada Anak

Medcom • 26 Juli 2022 19:08
Jenewa: Apakah misteri akhirnya terselesaikan? Para ilmuwan mengatakan infeksi terus-menerus terhadap dua virus yang umum bisa menjadi penjelasan yang paling mungkin terjadi bagi lonjakan kasus hepatitis yang terjadi pada anak- anak di seluruh dunia.
 
Dilansir dari Stuff, Selasa, 26 Juli 2022, keterlambatan pembentukan kekebalan virus pada anak-anak akibat lockdown covid-19 yang diberlakukan bisa juga menjadi penyebabnya dari penyakit tersebut.
 
Secara total, kemungkinan terdapat 650 kasus hepatitis parah pada anak telah dilaporkan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dari 33 negara pada bulan April dan Mei. Hal ini mendorong para ilmuwan untuk menyelidiki penyebabnya. Jumlah tersebut kini telah meningkat hingga menjadi lebih dari 1.000 kasus.
 
Baca: Kasus Hepatitis Misterius Anak 'Membengkak', Ilmuwan Pelajari Gejala dan Penyebabnya.

Inggris, Amerika Serikat, Jepang, Spanyol, dan sejumlah negara di Eropa Barat telah melaporkan lebih dari 20 kasus dari masing-masing negara. Virus tersebut menyebabkan kegagalan fungsi hati akun pada sejumlah anak, termasuk 12 lainnya membutuhkan transplantasi hati di Inggris.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ilmuwan secara terus-terusan mencari tahu apakah penyakit tersebut ada keterkaitannya dengan infeksi coronavirus atau vaksin covid-19.
 
Peneliti saat ini telah memutuskan untuk memfokuskan pada penyebabnya, yang mereka yakini adalah akibat tingginya tingkat Adeno-Associated Virus 2 (AAV2). Ini adalah virus yang jarang diketahui sebelumnya belum terasosiasi dengan penyakit manusia.
 
AAV2, yang mana tidak dapat mereplikasi diri namun tetap dapat melakukannya dengan adanya virus kedua, seperti Adenovirus, terdeteksi di hampir semua anak-anak di Inggris yang terjangkit, berdasarkan hasil uji coba para peneliti dari London dan Glasgow.
 
Para peneliti mengatakan, bayi yang lebih lambat dari biasanya terpapar pilek dan sakit perut yang menyebabkan adenovirus – karena pembatasan Covid – kehilangan kekebalan awal terhadapnya dan AAV2.
 
Hal tersebut menjelaskan mengapa beberapa mengalami komplikasi hati yang tidak biasa dan mengkhawatirkan.
 
“Perkiraan saya bahwa kasus ini kemungkinan pernah terjadi sebelumnya. Namun, karena ada beberapa perubahan akibat tren musiman terkait virus-virus ini, kami telah melihat sejumlah kasus kecil tersebut sekaligus, dan itulah sebabnya kami mengambilnya (asumsi),” ujar Professor Emma Thomson, Konsultan Penyakit Menular dari MRC – Universitas Glasgow Center for Virus Research, yang terlibat dalam penelitian tersebut, dilansir dari The Guardian.
 
Para peneliti mengatakan bahwa bayi yang lemah terpapar pilek dan sakit perut yang disebabkan adenovirus –,karena lockdown covid-19,– kehilangan kekebalan awal terhadap virus tersebut dan AAV2.
 
Salah satu penyelidik dari London, Professor Judith Breuer, ahli di bidang Ilmu Pengetahuan Virus dari University College London dan Rumah Sakit Great Ormond Street mengatakan, pada BBC bahwa periode lockdown di Inggris mengartikan bahwa anak-anak tidak di satu tempat dan tidak menularkan virus satu sama lain.
 
“Mereka tidak membentuk imunitas terhadap infeksi umum yang biasanya mereka temui,” ucap Judith.
 
“Apabila lockdown dicabut, anak-anak akan mulai berkumpul, virus mulai tersebar secara bebas – dan mereka secara tiba-tiba akan terpapar dengan sebelumnya kurangnya kekebalan tubuh terhadap serangkaian infeksi terbaru.” tambahnya.
 
Para ahli mengharapkan kasus ini tersisa hingga beberapa saja namun tetap siaga terhadap kasus terbaru. (Gracia Anggellica)
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif