Sekelompok jemaah Yahudi Hasidim berada di kota Uman, Ukraina, untuk memperingati Tahun Baru Yahudi. (GENYA SAVILOV / AFP)
Sekelompok jemaah Yahudi Hasidim berada di kota Uman, Ukraina, untuk memperingati Tahun Baru Yahudi. (GENYA SAVILOV / AFP)

Ribuan Peziarah Yahudi Nekat Berkumpul di Ukraina Meski Rusia Tingkatkan Serangan

Willy Haryono • 26 September 2022 12:08
Kyiv: Ribuan peziarah Yahudi Hasidim nekat berbondong-bondong ke Ukraina bagian tengah untuk memperingati menandai Tahun Baru Yahudi pada Minggu, 25 September 2022. Mereka mengabaikan peringatan perjalanan internasional di saat pasukan Rusia menyerang lebih banyak target di Ukraina.
 
Tidak hanya itu, Pemerintah Rusia juga menyerukan mobilisasi pasukan cadangan untuk meningkatkan intensitas operasi militer di Ukraina.
 
Para peziarah, banyak yang melakukan perjalanan dari Israel, berkumpul di kota kecil Uman, lokasi pemakaman Nachman dari Breslov, seorang rabi Hasid ternama yang meninggal dunia di tahun 1810.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah ruas jalan di wilayah sentral Uman dipenuhi pria dari segala usia yang mengenakan mantel hitam tradisional dengan rambut ikal panjang. Beberapa dari mereka melantunkan doa, sementara sebagian meneriakkan kalimat tertentu sembari menari.
 
Beberapa pengunjung, seperti Nahum Markowitz dari Israel, telah melakukan ritual perjalanan ini selama bertahun-tahun, dan dirinya tidak akan membiarkan invasi Rusia ke Ukraina menghalangi perayaan tahun ini.
 
"Kami tidak takut. Jika kami datang ke Rabi Nachman, dia akan melindungi kami sepanjang tahun ini," kata Markowitz, dikutip dari laman The New Arab. Ia telah mengunjungi Uman sejak 1991, ketika runtuhnya Uni Soviet membuat kegiatan ziarah dapat diakses pengunjung asing.
 
Uman, berlokasi 200 kilometer dari selatan ibu kota Kyiv, selama ini menarik ribuan peziarah untuk Rosh Hashana atau Tahun Baru Yahudi, yang dimulai pada Minggu malam dan berakhir Selasa pekan ini.
 
Kedutaan Besar Ukraina untuk Israel berulang kali mendesak mereka yang hendak berziarah untuk tinggal di rumah. Pihak kedubes memperingatkan via Facebook bahwa Rusia telah berulang kali menyerang daerah padat penduduk. "Serangan (Rusia) dapat menyebabkan bahaya nyata bagi hidup Anda!" ucap pihak kedubes.
 
Pemerintah Israel dan Amerika Serikat (AS) juga memperingatkan warganya untuk tidak melakukan perjalanan Rosh Hashana tahun ini.
 
Lebih dari 35.000 peziarah melakukan ritual Rosh Hashana tahun lalu. Mereka tetap pergi meski saat itu perjalanan internasional terkendala pembatasan pandemi Covid-19.
 
Jumlah peserta tahun ini lebih kecil, mengingat tidak ada penerbangan komersial yang tiba di Ukraina. Komunitas Yahudi Bersatu Ukraina mengatakan, 23.000 peziarah berada di Uman pada Minggu kemarin.
 
"Baik virus korona maupun perang tidak dapat menghentikan mereka. Bagi mereka, ini adalah tempat suci," kata pejabat lokal bernama Oleh Hanich. "Tapi kami tidak dapat menjamin keselamatan mereka," sambungnya.
 
Pada tahun 2020, ribuan peziarah Yahudi gagal mencapai Uman setelah Ukraina menutup perbatasannya karena lonjakan infeksi Covid-19.
 
Baca:  Israel Marah Menlu Rusia Sebut Hitler Punya Garis Keturunan Yahudi
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif