Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebut 10 juta warganya hidup tanpa listrik./AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebut 10 juta warganya hidup tanpa listrik./AFP

10 Juta Warga Ukraina Hidup Tanpa Listrik Usai Serangan Rusia

Marcheilla Ariesta • 18 November 2022 17:39
Kiev: Lebih dari 10 juta warga Ukraina hidup tanpa listrik setelah puluhan serangan dilancarkan Rusia menghantam infrastruktur energi mereka. Listrik padam ini terjadi saat musim dingin tiba dan suhu turun drastis.
 
Pada Kamis kemarin, penduduk kota Kherson bergegas menimbun makanan, selimut, dan pakaian musim dingin. Mereka juga menimbun korek api dan mendorong para sukarelawan melemparkan perbekalan ke kerumunan yang menunggu berjam-jam di tengah hujan.
 
"Saat ini lebih dari 10 juta orang di Ukraina hidup tanpa listrik," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dikutip dari Al Jazeera, Jumat, 18 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan energi Ukraina, Ukrenergo mengatakan, suhu dingin membawa peningkatan permintaan di daerah-daerah di mana listrik baru dihidupkan kembali. Sementara, Penasihat Energi pemerintah, Oleksandr Kharchenko menuturkan, 50 persen warga Ukraina mengalami gangguan listrik.
 
"Situs sipil adalah target utama. Rusia mengobarkan perang terhadap listrik dan panas untuk raktar dengan meledakkan pembangkit listrik dan fasilitas energi lainnya," kata Zelensky.
 
Baca juga: Serangan Terbaru Rusia Hantam Ukraina di Tengah Salju
 
Sementara itu, di wilayah Odesa selatan, serangan Rusia menghantam infrastruktur dan gubernur memperingatkan penduduk mengenai ancaman serangan rudal besar-besaran.
 
Zelensky menggambarkan Rusia sebagai negara teroris dan mengatakan Moskow hanya ingin membawa lebih banyak rasa sakit dan penderitaan kepada Ukraina.
 
Namun, Rusia mengatakan, Kiev harus disalahkan juga atas pemadaman listrik. "Keengganan pihak Ukraina untuk menyelesaikan masalah, untuk memulai negosiasi, penolakannya untuk mencari titik temu - ini adalah konsekuensi mereka," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
 
“Pertama mereka bernegosiasi, kemudian mereka menolak untuk bernegosiasi, kemudian mereka mengesahkan undang-undang yang melarang segala jenis negosiasi, kemudian mereka mengatakan bahwa mereka menginginkan negosiasi, tetapi negosiasi publik,” lanjut Peskov.
 
Karenanya, kata Peskov, sulit membayangkan negosiasi. "Satu hal yang pasti, Ukraina tidak menginginkan negosiasi apapun," pungkasnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif