Pasukan Ukraina menembakkan roket dari sistem peluncur BM-21 Grad di dekat Izyum, 11 Juni 2022. (Anatolii STEPANOV / AFP)
Pasukan Ukraina menembakkan roket dari sistem peluncur BM-21 Grad di dekat Izyum, 11 Juni 2022. (Anatolii STEPANOV / AFP)

Laksamana Inggris Sebut Rusia Menuju Kegagalan Total di Ukraina

Medcom • 19 September 2022 19:56
Ukraina: Perwira senior Angkatan Laut Inggris, Laksamana Sir Tony Radakin, mengatakan dalam sebuah wawancara bersama BBC pada Minggu kemarin bahwa invasi Rusia ke Ukraina sepertinya menemui kegagalan besar.
 
"(Presiden Rusia Vladimir) Putin gagal dalam semua tujuan strategis militernya. Ia ingin menaklukkan Ukraina, tapi hal tidak akan terjadi," ujar Radakin, seperti dikutip dari laman Yahoo News, pada Senin, 19 September 2022.
 
"Masalah yang dihadapi Putin semakin menumpuk. Ia tidak punya cukup prajurit. Pasukannya semakin lemah di medan pertempuran," lanjut Radakin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pernyataan Radakin disampaikan di tengah masa sulit bagi militer Rusia, setelah pasukan Ukraina berhasil merebut kembali lahan mereka dengan luas lebih dari 3.000 mil sebelah timur laut.
 
Semenjak itu, semangat juang pasukan Rusia terus menurun. Ukraina mengatakan ada beberapa unit dari pasukan Rusia yang berusaha bernegosiasi dengan Kyiv mengenai syarat-syarat untuk menyerah dan berpindah kubu di bawah naungan hukum internasional.
 
Sementara itu, Badan Intelijen Ukraina mengeklaim bahwa beberapa rumah sakit militer Rusia menolak merawat "para relawan" yang selama ini berperang atas nama Moskow. Hal ini dikarenakan, menurut rumah sakit militer Rusia, sukarelawan tersebut tidak memiliki klasifikasi angkatan bersenjata reguler. 
 
"Pejuang sukarelawan lainnya bahkan ditinggalkan, tanpa dukungan atau bantuan apa pun ketika pasukan Rusia mundur dari wilayah yang telah mereka duduki," ujar Badan Intelijen Ukraina.
 
Selain itu, kantor Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada Jumat kemarin bahwa mereka terus mengumpulkan bukti dugaan kejahatan perang yang dilakukan pasukan Rusia. Dugaan kejahatan ini termasuk penyiksaan warga sipil di semacam ruangan khusus.
 
Pemerintah Ukraina bahkan mencatat bahwa pihaknya terus menggali mayat di sebuah kuburan massal di dekat Izium, di mana lebih dari 400 makam telah ditemukan. (Gabriella Carissa Maharani Prahyta)
 
Baca:  Biden Desak Putin Tak Gunakan Senjata Nuklir Taktis di Ukraina
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif