Lahar gunung La Cumbre Vieja di Spanyol mulai masuki laut. Foto: AFP
Lahar gunung La Cumbre Vieja di Spanyol mulai masuki laut. Foto: AFP

Lahar La Cumbre Vieja Capai Laut, Muncul Kekhawatiran Gas Beracun

Fajar Nugraha • 29 September 2021 17:02
La Palma: Lahar dari gunung berapi yang meletus di Kepulauan Canary, Spanyol telah mencapai lautan. Para ahli vulkanologi, meningkatkan ketakutan akan gas beracun yang dilepaskan saat lahar itu masuk ke air laut.
 
Pemerintah daerah Kepulauan Canary, Spanyol telah menyatakan zona eksklusi dua mil laut di sekitar tempat lahar diperkirakan memasuki Atlantik. Pemerintah setempat juga meminta penduduk terdekat untuk tinggal di rumah.
 
Baca: 9 Hari Usai Erupsi, Lava Gunung Cumbre Vieja Mencapai Lautan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Aliran lava telah mencapai laut di Playa Nueva," kata Institut Vulkanik Kepulauan Canary (Involcan) melalui Twitter Selasa malam, seperti dikutip AFP, Rabu 29 September 2021.
 
Gunung berapi La Cumbre Vieja, yang membentang di punggung bukit selatan di La Palma, sebuah pulau dengan 85.000 penduduk, meletus pada 19 September, memuntahkan sungai-sungai lahar yang perlahan-lahan merayap menuju laut.
 
Penduduk di beberapa daerah Tazacorte, sebuah desa dekat pantai, pada Senin diminta untuk tinggal di rumah untuk menghindari bahaya dari pelepasan gas beracun yang dapat terjadi karena reaksi antara lahar cair dan air.
 
Pada Selasa sore, aliran lahar yang bergerak lambat yang kecepatannya bervariasi selama beberapa hari terakhir, bahkan berhenti di satu titik, masih sekitar 800 meter dari pantai. Sehingga tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi mencapai lautan.
 
“Warga diperingatkan untuk tinggal di rumah karena kemungkinan akan ada kejutan kecil ketika magma memasuki air laut, dan guncangan kecil ini menyebabkan uap yang bisa menjadi racun," tegas, Direktur Teknis Rencana Darurat Vulkanik Kepulauan Canary (Pevolca) Miguel Angel Morcuende.
 
Para ahli mengatakan, masuknya lava ke dalam air laut akan mengirimkan awan gas beracun ke udara,menyebabkan ledakan dan fragmentasi batuan cair seperti tembakan.
 
"Menghirup atau kontak dengan gas dan cairan asam dapat mengiritasi kulit, mata dan saluran pernapasan. Selain itu kondisi tersebut juga dapat menyebabkan kesulitan bernapas, terutama pada orang dengan penyakit pernapasan yang sudah ada sebelumnya," Involcan memperingatkan.
 
Keadaan bencana alam telah diumumkan di pulau itu, di mana batuan cair sejauh ini menghanguskan jalan di lebih dari 258 hektar tanah dan menghancurkan 589 properti tidak semuanya rumah. Sementara Pemerintah Spanyol sebelumnya mengeluarkan 10,5 juta Euro bantuan untuk korban letusan, khususnya untuk membeli perumahan bagi mereka yang rumahnya dilalap lahar.
 
Letusan telah memaksa evakuasi lebih dari 6.000 orang dari rumah mereka tetapi belum membunuh atau melukai siapa pun sejauh ini.
 
Bencana alam ini menganggu pendapatan dari Pulau La Palma. Mereka hidup terutama dari budidaya pisang dan pariwisata.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif