Petugas keamanan Spanyol berjaga-jaga, usai adanya ledakan dan teror bom surat./AFP
Petugas keamanan Spanyol berjaga-jaga, usai adanya ledakan dan teror bom surat./AFP

Spanyol Diteror 3 Bom Surat, yang Pertama Lukai Staf Kedutaan Ukraina di Madrid

Marcheilla Ariesta • 01 Desember 2022 19:14
Madrid: Pasukan keamanan Spanyol menemukan barang yang diduga alat peledak yang ketiga. Barang tersebut disembunyikan dalam amplop yang dikirim ke pusat satelit Uni Eropa yang terletak di pangkalan angkatan udara di Torrejon de Ardoz, di luar Madrid, kata Kementerian Pertahanan.
 
Setelah memindai amplop dengan sinar-X, petugas keamanan angkatan udara menentukan bahwa amplop itu berisi 'sebuah mekanisme'.  Polisi masih menganalisis bungkusan itu pada Kamis, 1 Desember 2022 pagi waktu setempat.
 
Pusat satelit mendukung kebijakan luar negeri dan keamanan bersama Uni Eropa dengan mengumpulkan informasi dari perangkat intelijen luar angkasa. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell menggambarkan sistem seperti itu sebagai 'mata Eropa' pada September lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, dua bom surat ditemukan pada Rabu. "Surat itu ditujukan ke kedutaan Ukraina di Madrid dan ke pabrik senjata, Instalaza di Zaragoza, di timur laut Spanyol," kata polisi, dilansir dari The Star.
 
Baca juga: Antisipasi Ancaman Rusia, Spanyol Perkuat NATO dengan 14 Jet Tempur
 
Instalaza memproduksi peluncur roket C90 yang dipasok Spanyol ke Ukraina. Bom surat pertama meledak, menyebabkan luka ringan pada seorang pejabat kedutaan Ukraina.
 
Setelah insiden pertama, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba memerintahkan semua kedutaan Kiev di luar negeri untuk 'segera' memperkuat keamanan dan mendesak Spanyol untuk menyelidiki serangan itu.
 
Duta Besar Serhii Pohoreltsev mengatakan kepada situs berita Ukraina Pravda Eropa, bahwa paket mencurigakan yang ditujukan kepadanya diserahkan kepada seorang anggota staf Ukraina.
 
"Paket itu berisi sebuah kotak, yang menimbulkan kecurigaan komandan dan dia memutuskan untuk membawanya keluar - tanpa ada orang di sekitarnya - dan membukanya," kata Pohoreltsev.
 
"Setelah membuka kotak itu dan mendengar bunyi klik yang mengikutinya, dia melemparkannya dan kemudian mendengar ledakan. Meskipun tidak memegang kotak itu pada saat ledakan, staf kedutaan melukai tangannya dan mengalami gegar otak," sambung dia.
 
Pengadilan Tinggi Spanyol telah membuka penyelidikan atas serangan itu sebagai kemungkinan kasus terorisme.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif