Menlu Retno Marsudi (tengah) berbicara dalam Pertemuan Tingkat Menteri GNB di New York, Amerika Serikat (AS) pada Sabtu, 24 September 2022. (Kemenlu RI)
Menlu Retno Marsudi (tengah) berbicara dalam Pertemuan Tingkat Menteri GNB di New York, Amerika Serikat (AS) pada Sabtu, 24 September 2022. (Kemenlu RI)

Menlu Retno: GNB Punya 'Utang' untuk Bebaskan Palestina dari Penjajahan

Willy Haryono • 26 September 2022 09:18
?New York: Salah satu alasan mengapa isu Palestina tetap berada dalam agenda Gerakan Non-Blok (GNB) dan masih belum terselesaikan adalah karena adanya kesenjangan antara komitmen dengan apa yang sesungguhnya dilaksanakan GNB. Kita tidak melakukan walk the talk, kita hanya bicara, tapi tidak berbuat. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat berbicara mengenai isu Palestina dalam Pertemuan Tingkat Menteri GNB di New York, Amerika Serikat (AS) pada Sabtu, 24 September.?
 
"Dalam seminggu terakhir, kita bicara banyak mengenai krisis global. Tetapi satu hal yang tidak boleh kita lewatkan adalah komitmen kita untuk Palestina. Membebaskan Palestina dari penjajahan adalah utang kita bersama," tegas Menlu Retno Marsudi, dalam keterangan di situs Kemenlu RI pada Senin, 26 September 2022.
 
Lebih lanjut, Menlu Retno Marsudi menyampaikan bahwa Indonesia merasa bangga dapat berdiri di jajaran paling depan dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Ia juga menyampaikan kembali komitmen teguh Indonesia dalam mendukung Solusi Dua Negara atau Two-State Solution.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"GNB seharusnya dapat memainkan peran lebih besar dalam mendorong dimulainya proses perdamaian, karena GNB terdiri atas 120 negara, yang artinya memiliki 60 persen suara di PBB. Ini jelas akan membawa perbedaan. Selain itu, saat ini, terdapat lima negara GNB yang menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB," ungkap Menlu Retno Marsudi.
 
Mengingatkan apa yang telah disampaikan Sekjen PBB Antonio Guterres mengenai berlanjutnya kekerasan di Palestina, Menlu Retno Marsudi mengajak GNB merapatkan barisan dan menyatukan posisi untuk melakukan upaya-upaya perdamaian bagi Palestina.
 
"Dengan 139 negara telah mengakui Palestina sebagai negara, kita harus terus berjuang untuk kemerdekaan Palestina," tegasnya.
 
Komite Palestina GNB adalah salah satu kelompok kerja di GNB yang dibentuk untuk memperkuat dukungan GNB untuk kemerdekaan Palestina. Pertemuan di New York kali ini dipimpin Azerbaijan selaku Ketua GNB.
 
Baca:  Situasi Keamanan Global Berubah, GNB Harus Bentuk Paradigma Baru
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif