Menlu Retno Marsudi dalam pertemuan Gerakan Non-blok di Sidang Majelis Umum PBB. Foto: Dok.Kemenlu RI
Menlu Retno Marsudi dalam pertemuan Gerakan Non-blok di Sidang Majelis Umum PBB. Foto: Dok.Kemenlu RI

Situasi Keamanan Global Berubah, GNB Harus Bentuk Paradigma Baru

Fajar Nugraha • 22 September 2022 08:48
New York: Menlu Retno Marsudi menyampaikan bahwa situasi keamanan global saat ini serupa dengan situasi dunia pada tahun 1961, tahun GNB dibentuk. Untuk harus dibentuk paradigma baru.
 
“Dunia saat ini diwarnai dengan rasa saling tidak percaya dan rivalitas. Karenya, Gerakan Non-Blok (GNB) harus bersatu dan membentuk paradigma baru untuk menjawab situasi tersebut," disampaikan Menlu Retno pada Pertemuan Menteri Luar Negeri Gerakan Non-Blok, di New York, Rabu 21 September 2022. 
 
Menlu Retno lebih lanjut menyampaikan bahwa situasi keamanan global saat ini serupa dengan situasi dunia pada tahun 1961, tahun GNB dibentuk. Mengutip pandangan Bung Karno pada 1961, Menlu menyampaikan “politik berbasis kekuatan dan persenjataan hanya akan berakhir di medan perang".

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Guna mencegah terjadinya konflik dan peperangan, Menlu Retno menggugah negara-negara GNB untuk menyuarakan tiga paradigma baru.
 
“Pertama, kepercayaan strategis perlu dikedepankan,” ujar Menlu Retno, dalam pernyataan dikeluarkan Kemlu.go.id, Kamis 22 September 2022.
 
“Kedua, kedaulatan dan integritas teritorial harus dijunjung tinggi,” imbuhnya.
 
“Ketiga, penyelesaian damai konflik harus terus didahulukan,” tegas menlu.
 
Menutup pernyataannya, Menlu Retno menggarisbawahi peran Dasasila Bandung sebagai pedoman guna memastikan bahwa seluruh negara menanggung beban yang sama dan kerja sama multilateral terus dikedepankan. 
 
Pertemuan GNB dilaksanakan di sela-sela Sidang ke-77 Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat. Indonesia adalah salah satu pelopor berdirinya GNB, yang mengambil inspirasi dari Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955. Saat ini GNB diketuai oleh Azerbaijan. Ketua selanjutnya adalah Uganda, yang akan memulai keketuaannya pada tahun 2023.

 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif