Manuel Merino mengundurkan diri usai lima hari menjabat presiden interim Peru. (Luka Gonzales/AFP)
Manuel Merino mengundurkan diri usai lima hari menjabat presiden interim Peru. (Luka Gonzales/AFP)

Presiden Interim Peru Mundur usai Kematian Demonstran

Internasional unjuk rasa peru pemakzulan
Willy Haryono • 16 November 2020 06:41
Lima: Presiden interim Peru telah mengundurkan diri, satu hari usai dua pengunjuk rasa tewas di tengah demonstrasi menentang pemakzulan mantan kepala negara Martin Vizcarra. Manuel Merino, mantan ketua Kongres Peru, menjadi presiden interim usai Vizcarra dimakzulkan kurang dari sepekan lalu.
 
Merino menggantikan Vizcarra yang dimakzulkan Kongres pada Senin kemarin atas tudingan suap dan anggapan bahwa dirinya kurang mampu menangani pandemi virus korona (covid-19).
 
Banyak warga Peru memandang dimakzulkannya Vizcarra sebagai bentuk dari sebuah kudeta. Unjuk rasa masif di Peru tidak hanya berlangsung di ibu kota Lima, namun juga di beberapa kota besar lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain demonstran, beberapa politisi senior Peru juga menyerukan Merino untuk segera mundur. Merino menolaknya, dan menegaskan tidak akan mundur hanya demi memuaskan tuntutan pengunjuk rasa.
 
Namun pada akhirnya ia mengundurkan diri usai dua pedemo tewas di tengah bentrokak antara demonstran dan aparat keamanan. Dua korban diketahui sebagai pria berusia 24 dan 25 tahun. Tim medis melaporkan, keduanya tewas akibat terkena tembakan senjata api polisi.
 
Baca:Dua Orang Tewas dalam Aksi Protes Pro-Demokrasi di Peru
 
"Saya ingin semua negara tahu bahwa saya mengundurkan diri," kata Merino dalam pidato di televisi, dikutip dari laman BBC pada Senin, 16 November 2020.
 
Mundurnya Merino dikhawatirkan dapat semakin memperburuk krisis politik di Peru, yang juga sedang berusaha memulihkan perekonomian yang hancur terdampak pandemi covid-19.
 
Peru telah menerapkan kebijakan penguncian (lockdown) terketat di Amerika Latin untuk menghentikan penyebaran covid-19. Namun hingga kini, tambahan jumlah kasusnya masih relatif tinggi.
 
Menurut data Johns Hopkins University, Peru mencatat hampir 935 ribu infeksi covid-19 dengan lebih dari 35 ribu kematian. Angka tersebut menjadikan Peru sebagai negara ketiga di dunia dengan rata-rata kematian tertinggi akibat covid-19 per 100 ribu orang.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif