Bendera AS dan Tiongkok dipasang di salah satu sudut ruangan Kemenlu AS di Washington pada 23 Mei 2018. (Brendan Smialowski / AFP)
Bendera AS dan Tiongkok dipasang di salah satu sudut ruangan Kemenlu AS di Washington pada 23 Mei 2018. (Brendan Smialowski / AFP)

AS Tuduh Tiongkok Bertindak Lebih Agresif di Panggung Global

Internasional Amerika Serikat Tiongkok as-tiongkok Antony Blinken
Willy Haryono • 03 Mei 2021 14:42
Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken menuduh Tiongkok bertindak lebih agresif di luar negeri dan represif di dalam negeri. Dalam wawancara dengan CBS News pada Minggu, 2 Mei 2021, ia mengatakan bahwa AS tidak akan membiarkan Tiongkok melanggar stabilitas berbasis hukum internasional.
 
Hubungan Tiongkok dan AS merupakan hal krusial bagi kedua negara dan dunia. Sejak Joe Biden menjadi Presiden AS, Tiongkok berulang kali menyerukan agar Washington meningkatkan hubungan dengan Beijing yang semakin renggang di era Donald Trump. 
 
Dalam program 60 Minutes di CBS News, Blinken mengatakan bahwa Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping telah berbicara mengenai beragam hal dalam percakapan mereka via telepon selama dua jam pada Februari lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Presiden Biden menekankan bahwa untuk beberapa isu, kami memiliki kekhawatiran atas langkah-langkah yang telah diambil Tiongkok," ujar Blinken, dilansir dari laman BBC pada Senin, 3 Mei 2021.
 
Blinken tidak menyebut Tiongkok sebagai musuh, meski selama ini AS menuduh Beijing telah mencuri ratusan miliar dolar terkait rahasia perdagangan dan properti intelektual.
 
"Kami harus berurusan dengan Tiongkok. Ada kompleksitas tersendiri dalam hubungan ini, baik dari sisi perselisihan, kompetisi, maupun kooperasi," ungkap Blinken.
 
Menurut Blinken, negara-negara lain perlu bersikap tegas dan berkata kepada Tiongkok bahwa Beijing harus bersaing secara adil dan tidak bertindak curang dalam berbagai isu di kawasan dan global.
 
Sebelumnya pada akhir April lalu, Tiongkok memperingatkan AS agar tidak memaksakan cita-cita demokrasinya. Negeri Tirai Bambu juga mengkritik sanksi perdagangan dan langkah militer di halaman belakang Beijing hanya beberapa jam setelah pidato Presiden Joe Biden tentang prioritas geopolitik Amerika.
 
Pernyataan itu muncul setelah pidato pertama Biden di Kongres, di mana pemimpin AS itu menempatkan fokus baru pada diplomasi. Biden dan mengatakan bahwa negara itu bersaing dengan Tiongkok dan lainnya untuk memenangkan pengaruh di abad ke-21.
 
Baca:  Tiongkok Peringatkan AS untuk Tidak Memaksakan Sistem Demokrasi
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif