Presiden AS Joe Biden saat menyampaikan pidato kenegaraan di Kongres pada 28 April 2021. Foto: AFP
Presiden AS Joe Biden saat menyampaikan pidato kenegaraan di Kongres pada 28 April 2021. Foto: AFP

Tiongkok Peringatkan AS untuk Tidak Memaksakan Sistem Demokrasi

Internasional Amerika Serikat Tiongkok as-tiongkok
Fajar Nugraha • 30 April 2021 13:06
Beijing: Tiongkok memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tidak memaksakan cita-cita demokrasinya. Negeri Tirai Bambu juga mengkritik sanksi perdagangan dan langkah militer di halaman belakang Beijing hanya beberapa jam setelah pidato Presiden Joe Biden tentang prioritas geopolitik Amerika.
 
Pernyataan itu muncul setelah pidato pertama Biden di Kongres, di mana pemimpin AS itu menempatkan fokus baru pada diplomasi. Biden dan mengatakan bahwa negara itu bersaing dengan Tiongkok dan lainnya untuk memenangkan pengaruh di abad ke-21.
 
Baca: Biden Sebut AS Enggan Berkonflik dengan Tiongkok dan Rusia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Biden menambahkan bahwa "para otokrat berpikir demokrasi tidak dapat bersaing", sambil mencatat bahwa AS menyambut baik persaingan dan tidak mencari konflik.
 
Ditanya tentang pidato tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin mengatakan itu normal bagi AS dan Tiongkok untuk bersaing di beberapa daerah.
 
"Tapi kompetisi semacam ini haruslah balapan di trek dan lapangan, bukan duel sampai mati," katanya dalam jumpa pers reguler, Kamis, seperti dikutip AFP, Jumat 30 April 2021.
 
“Memaksa negara lain untuk menerima sistem demokrasi negara lain, hanya akan menciptakan perpecahan, meningkatkan ketegangan dan merusak stabilitas,” tegas Wang.
 
Dalam pidatonya, Presiden Biden juga mengatakan bahwa AS akan melawan praktik perdagangan yang tidak adil seperti subsidi bagi perusahaan milik negara dan pencurian kekayaan intelektual.
 
Tetapi Negeri Tirai Bambu sehari kemudian mengecam AS karena "melanggar prinsip pasar persaingan yang sehat" dan "mempolitisasi" masalah seperti ekonomi, perdagangan dan teknologi, sehubungan dengan perang perdagangan antara kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.
 
“Tiongkok berkomitmen untuk mengembangkan hubungan dengan AS berdasarkan non-konflik dan non-konfrontasi," ucap Wang.
 
Sementara Biden mengatakan, dia memberi tahu Presiden Tiongkok Xi Jinping bahwa AS akan mempertahankan kehadiran militer yang kuat di Indo-Pasifik. Langkah itu penting untuk mencegah konflik -,seperti yang terjadi dengan NATO di Eropa,-  dan Tiongkok menyoroti masalah dengan penempatan AS di wilayah tersebut.
 
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok Wu Qian menambahkan dalam pernyataan terpisah pada Kamis bahwa, sejak pelantikan Pemerintah AS saat ini, frekuensi kapal perang AS yang dikirim ke wilayah maritim Tiongkok meningkat 20 persen dari tahun lalu.
 
Frekuensi aktivitas pesawat pengintai di kawasan itu juga meningkat 40 persen, Wu menambahkan, Tiongkok dengan tegas menentang ini".
 
"AS sering mengirimkan kapal perang dan pesawat untuk melakukan aktivitas di perairan laut dan wilayah udara dekat Tiongkok. Mereka memajukan militerisasi regional dan mengancam perdamaian dan stabilitas regional," pungkas Wang.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif