Presiden AS Joe Biden tidak ingin berkonflik dengan Tiongkok dan Rusia. Foto: AFP.
Presiden AS Joe Biden tidak ingin berkonflik dengan Tiongkok dan Rusia. Foto: AFP.

Biden Sebut AS Enggan Berkonflik dengan Tiongkok dan Rusia

Marcheilla Ariesta • 29 April 2021 21:52
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden menegaskan negaranya tidak ingin berkonflik dengan Tiongkok dan Rusia. Ia menyampaikan hal tersebut dalam pidato perdananya di hadapan Kongres usai menjabat pada 20 Januari lalu.
 
Biden mengaku sudah menyampaikan sikap AS tersebut dalam perbincangan langsung dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
 
Beberapa waktu lalu Biden sempat berkomunikasi dengan Xi dan menegaskan negaranya menyambut persaingan dengan Beijing, namun tidak mencari konflik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski begitu, Biden menegaskan AS akan tetap membela kepentingan Negeri Paman Sam secara menyeluruh.
 
"Amerika akan berjuang menghentikan praktik perdagangan yang tidak adil dan melemahkan pekerja serta industri Amerika, seperti subsidi kepada perusahaan pelat merah hingga pencurian teknologi dan kekayaan intelektual Amerika," tutur Biden, dilansir dari CNN, Kamis, 29 April 2021.
 
Baca juga: Pertama dalam Sejarah, Biden Sebut Pembantaian Armenia sebagai Genosida
 
"Saya juga mengatakan kepada Presiden Xi Jinping, kami akan mempertahankan kehadiran militer yang kuat di Indo-Pasifik seperti yang kami lakukan dengan NATO di Eropa. Ini bukan untuk memulai konflik tetapi justru untuk mencegahnya," imbuh dia.
 
Biden juga membahas kedekatannya dengan Xi ketika sama-sama menjabat sebagai wakil presiden. Menurutnya, Xi salah satu pemimpin terkuat Tiongkok yang telah memiliki rencana jelas dan tegas untuk masa depan Beijing.
 
"Dia sangat bersungguh-sungguh untuk menjadikan bangsanya paling signifikan dan berpengaruh di dunia," ucap Biden.
 
Meski demikian, hubungan kedua negara saat ini masih tetap dingin. Ketegangan antara kedua negara juga meningkat tajam selama beberapa tahun terakhir.
 
Ketegangan meliputi berbagai hal, mulai dari saling tuding soal kemunculan pandemi virus corona, isu Hong Kong, Taiwan, tuduhan penindasan terhadap etnis minoritas Uighur di Xinjiang, hingga agresivitas Tiongkok di Laut China Selatan.
 
Biden juga membahas hubungan AS dengan Rusia. Sang presiden berharap hubungan kedua negara tidak semakin buruk di era kepemimpinannya.
 
Namun, AS telah menjatuhkan sanksi baru kepada Rusia, terkait beberapa hal, termasuk dugaan intervensi Kremlin dalam pemilu 2020 lalu. Biden juga sempat membuat Kremlin geram dengan menganggap Putin sebagai seorang pembunuh.
 
Biden mengatakan ia mengajak Putin bertemu empat mata untuk menjaga stabilitas hubunyan negara mereka.
 
"Saya mengatakan dengan sangat jelas kepada Putin bahwa kami tidak akan menimbulkan eskalasi, tetapi tindakan mereka tetap memiliki konsekuensi," pungkas Biden.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif