Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (AFP)
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (AFP)

WHO Optimistis Dunia Mampu Kalahkan Covid-19 di Tahun 2022

Internasional WHO covid-19 pandemi covid-19 vaksin covid-19 Omicron Varian Omicron
Willy Haryono • 01 Januari 2022 14:45
Jenewa: Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus optimistis dunia mampu mengalahkan pandemi Covid-19 di tahun 2022. Optimisme ini didasarkan pada upaya bersama banyak negara dalam bersama-sama membendung penyebaran Covid-19.
 
Selain optimisme, Tedros juga menyampaikan peringatan mengenai bahaya "nasionalisme sempit dan penimbunan vaksin Covid-19" sebagai dua faktor yang dapat menghambat penanganan pandemi.
 
Pernyataan Tedros disampaikan dua tahun usai WHO pertama kali menerima informasi mengenai kemunculan penyakit pneumonia misterius di Tiongkok. Tedros, yang beberapa hari lalu sempat khawatir akan terjadinya 'tsunami' infeksi, kini mencoba bersikap lebih optimistis dengan mengatakan bahwa saat ini ada begitu banyak alat untuk menangani Covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun ia mengingatkan bahwa berlanjutnya ketimpangan distribusi vaksin semakin meningkatkan peluang terjadinya evolusi Covid-19.
 
"Nasionalisme sempit dan penimbunan vaksin oleh beberapa negara telah menciptakan kondisi ideal bagi munculnya varian Omicron," tutur Tedros, dilansir dari laman Gulf News, Sabtu, 1 Januari 2022.
 
"Semakin lama ketimpangan (vaksin) ini berlanjut, maka semakin tinggi risiko virus ini berevolusi ke arah-arah yang kita tidak dapat cegah dan prediksi," sambungnya.
 
Afrika Selatan, negara tempat pertama terdeteksinya Omicron, menyampaikan pengumuman mengejutkan di akhir tahun. Afsel menyebut gelombang Omicron di negaranya telah melewati puncaknya tanpa menimbulkan angka kematian yang tinggi. Afsel pun mencabut aturan jam malam, membolehkan adanya perayaan pergantian tahun 2022.
 
Jumlah infeksi Omicron di Afsel turun 30 persen di bawah 90 ribu selama sepekan hingga 25 Desember. Dalam periode sebelumnya, angka infeksi mencapai kisaran 127 ribu.
 
Angka rawat inap akibat Covid-19 di Afsel juga menurun secara signifikan dalam sepekan terakhir.
 
Sebelumnya, WHO telah memperingatkan dunia agar tidak terlena dengan gejala-gejala ringan Omicron. WHO mengakui bahwa sejumlah studi mengaitkan Omicron dengan gejala ringan, namun itu bukan berarti negara-negara bisa bersantai begitu saja.
 
Baca: WHO Minta Dunia Tidak Terlena Gejala Ringan Varian Omicron
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif