Duta Besar Indonesia untuk Spanyol Muhammad Najib saat berkunjung ke Masjid Besar Granada pada 23 Desember 2021. (Kemenlu RI)
Duta Besar Indonesia untuk Spanyol Muhammad Najib saat berkunjung ke Masjid Besar Granada pada 23 Desember 2021. (Kemenlu RI)

Persiapan Dialog Lintas Agama, KBRI Madrid Kunjungi Masjid Besar Granada

Internasional Spanyol Dialog Antar Agama Indonesia-Spanyol KBRI Madrid
Willy Haryono • 29 Desember 2021 22:27
Granada: Dalam persiapan agenda "Dialog Lintas Agama" yang akan diselenggarakan pada semester pertama 2022, KBRI Madrid mengunjungi Masjid Besar Granada pada 23 Desember lalu.
 
"Kami umat Muslim di Granada dan sekitarnya menyambut baik upaya Dubes Indonesia, dan akan mendukung rencana kegiatan Dialog Lintas Agama yang diharapkan semakin meningkatkan harmoni yang sudah terbangun di antara pemeluk agama yang berbeda di Spanyol," ujar Omar Farouk del Pozo yang merupakan Ketua Yayasan Masjid Granada.
 
"Hingga saat ini, pemerintah Spanyol juga ikut mendukung aktivitas umat Islam di Granada," sambungnya, dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI, Rabu, 29 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yayasan Masjid Granada didirikan pada 2003 dan merupakan masjid yang pertama dibangun sejak 1492 (500 tahun setelahnya). Kegiatan masjid juga diisi dengan kelas bahasa Arab dan sering diadakan seminar membahas isu-isu terkini Islam di Spanyol dan pada tingkat global.
 
Masjid yang terletak di tengah kota ini memiliki tiga bangunan yang menjadi ciri khas utama, yaitu tamannya dengan pemandangan ke kompleks Alhambra, ruang untuk ibadah salat, dan Pusat Pendidikan Islam. Masjid Granada dibangun dengan menggunakan gaya arsitektur Muslim Andalusia yang serasi dengan arsitektur Alhambra yang berbeda dengan arsitektur di negara-negara Islam lain, seperti Turki, Persia, India, atau Arab.
 
Sebelum ke Granada, KBRI Madrid juga mengunjungi kota Cordoba yang berada 200 kilometer dari Granada.
 
"Peninggalan sejarah peradaban Islam, Yahudi dan Kristen di Spanyol dipelihara dengan sangat baik oleh negara ini. Meskipun fungsi Masjid Cordoba sudah berubah menjadi museum, tetapi ciri bekas masjid yang berada di bagian dalamnya, terutama mihrabnya yang sangat unik dan indah, tetap dipertahankan dan dirawat baik," ujar Duta Besar Indonesia untuk Spanyol Muhammad Najib.
 
Bagi delegasi yang beragama Islam, diharapkan nantinya bisa melaksanakan salat di majid tersebut, sebagaimana kegiatan serupa yang pernah dilaksanakan sebelumnya. Rombongan KBRI Madrid mengakhiri kunjungannya dengan melaksanakan salat di Masjid de los Andaluces yang berada hanya 200 meter dari Masjid Catedral, Cordoba.
 
Baca:  Produk Gula Kelapa Natural Indonesia Rambah Pasar Spanyol
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif