Menlu Rusia Sergey Lavrov saat berbicara di Moskow, 26 April 2022. (Maxim SHIPENKOV / POOL / AFP)
Menlu Rusia Sergey Lavrov saat berbicara di Moskow, 26 April 2022. (Maxim SHIPENKOV / POOL / AFP)

Rusia Sekali Lagi Minta AS dan NATO Berhenti Pasok Senjata ke Ukraina

Internasional Amerika Serikat ukraina nato rusia Sergey Lavrov Rusia vs Ukraina
Willy Haryono • 30 April 2022 20:03
Moskow: Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov sekali lagi meminta Amerika Serikat dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk berhenti memasok senjata ke Kiev "jika mereka memang tertarik untuk menyelesaikan krisis Ukraina."
 
Sejak awal invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, AS beserta para sekutunya beramai-ramai memberikan beragam bantuan kepada Ukraina, termasuk dalam bentuk persenjataan.
 
"Jika AS dan NATO benar-benar tertarik menyelesaikan krisis Ukraina, maka mereka harus segera bangun dari tidur dan berhenti memasok Kiev dengan senjata dan amunisi," ucap Lavrov dalam sebuah wawancara bersama Xinhua dan dikutip oleh aljazeera, Sabtu, 30 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bantuan yang diberikan Washington dan para sekutunya kepada Ukraina telah mencapai miliaran dolar AS. Presiden AS Joe Biden telah meminta Kongres untuk menyalurkan dana sebesar USD33 miliar untuk mendukung Ukraina melawan Rusia.
 
Rusia berulang kali menentang langkah AS yang memberikan dukungan militer kepada Ukraina. Menurut Rusia, langkah semacam itu dapat diibaratkan seperti "menyiram minyak kepada api" peperangan.
 
Sebelumnya, Kremlin juga pernah melabeli penyaluran senjata Barat ke Ukraina sebagai sebuah ancaman terhadap keamanan Eropa.
 
Baca:  Lavrov Sebut NATO Tengah Berperang dengan Rusia Melalui Proksi
 
Setelah gagal merebut ibu kota Kiev sejak akhir Februari dan sepanjang Maret, kini Rusia mengintensifkan operasi militernya di wilayah Donbas.
 
Membantah adanya kemunduran, Lavrov menegaskan bahwa "operasi militer khusus tetap berjalan sesuai rencana."
 
Sejak Februari lalu, Tiongkok berusaha menghindari melontarkan kecaman langsung terhadap invasi Rusia di Ukraina demi mempertahankan persahabatan antar kedua negara. Beijing hanya pernah menyerukan agar konflik di Ukraina diselesaikan melalui jalan dialog.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif