Pertempuran pasukan Armenia dan Azerbaijan berlangsung di Nagorno-Karabakh sejak Minggu 27 September 2020. (AFP)
Pertempuran pasukan Armenia dan Azerbaijan berlangsung di Nagorno-Karabakh sejak Minggu 27 September 2020. (AFP)

AS Desak Armenia-Azerbaijan Patuhi Gencatan Senjata

Internasional konflik armenia-azerbaijan azerbaijan Armenia Mike Pompeo
Marcheilla Ariesta • 24 Oktober 2020 16:04
Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mendesak Armenia dan Azerbaijan untuk berhenti berebut wilayah Nagorno-Karabakh. Desakan disampaikan saat Pompeo bertemu Menteri Luar Negeri Armenia, Zohrab Mnatsakanyan, dan Menlu Azerbaijan Jeyhun Bayramov secara terpisah di Washington.
 
"Pompeo menekankan perlunya mengakhiri kekerasan dan melindungi warga sipil," kata Kemenlu AS dalam sebuah pernyataan resmi, dilansir dari AFP pada Sabtu, 24 Oktober 2020.
 
"Sikap AS dalam masalah ini adalah, konflik harus diselesaikan berdasarkan prinsip-prinsip tanpa kekerasan atau ancaman, dengan tetap menghormati integritas teritorial dan persamaan hak," imbuh mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejauh ini, belum ada kemajuan berarti dalam proses damai antara Armenia dan Azerbaijan.
 
Dua gencatan senjata temporer dinilai telah gagal karena sama-sama diabaikan kedua negara. Armenia dan Azerbaijan saling menyalahkan sebagai pihak yang melanggar gencatan senjata.
 
Menlu Azerbaijan, Bayramov, mengatakan bahwa pendudukan Armenia di Nagorno-Karabak harus segera diakhiri. Wilayah pegunungan itu diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan, namun dikendalikan separatis Armenia yang didukung Yerevan.
 
"Kami berkomitmen untuk menemukan solusi politik dan siap melanjutkan dialog substantif," imbuh Bayramov.
 
"Armenia harus berhenti menghindari negosiasi dan beralih ke jalan perdamaian abadi," imbuhnya.
 
Namun, Armenia menuding Azerbaijan sebagai pihak menyerang situs-situs sipil secara sengaja.
 
"Tidak mungkin keamanan kami akan terganggu jika mereka tidak mengganggunya lebih dulu. Tidak mungkin kami mengizinkan adanya pembersihan etnis di Nagorno-Karabakh," tutur Menlu Mnatsakanyan.
 
Konflik antara Armenia dan Azerbaijan kembali meletus di Nagorno-Karabakh pada akhir September. Hingga kini konflik yang telah memakan ratusan korban jiwa itu masih berlanjut.
 
Baca:  600 Orang Tewas dalam Perang Armenia dan Azerbaijan
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif