Paus Fransiskus sebut perang di Ukraina merupakan 'kemunduran kemanusiaan'./AFP
Paus Fransiskus sebut perang di Ukraina merupakan 'kemunduran kemanusiaan'./AFP

Paus Fransiskus Sebut Invasi di Ukraina 'Kemunduran Kemanusiaan'

Internasional ukraina paus fransiskus rusia Rusia-Ukraina Perang Rusia-Ukraina Rusia vs Ukraina
Marcheilla Ariesta • 02 Mei 2022 07:32
Vatikan: Paus Fransiskus menyebut perang di Ukraina sebagai sebuah 'kemunduran kemanusiaan' yang mengerikan. Ia mengatakan, peperangan di negara tersebut hanya akan membuat banyak orang menderita dan menangis.
 
Terkait hal ini, Fransiskus kembali menyerukan dibukanya koridor kemanusiaan untuk mengevakuasi warga Ukraina yang masih terperangkap di kompleks pabrik baja di kota Mariupol, Ukraina.
 
Berbicara kepada ribuan orang di Lapangan Santo Petrus untuk misa siangnya, Fransiskus sekali lagi mengkritik Rusia secara implisit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam Katolik Roma, bulan Mei didedikasikan untuk Maria, Bunda Allah. Fransiskus meminta doa selama sebulan untuk perdamaian di Ukraina.
 
"Pikiran saya langsung tertuju ke kota Mariupol di Ukraina, kota Maria, yang dibombardir dan dihancurkan secara biadab," katanya, dilansir dari Malay Mail, Minggu, 1 Mei 2022.
 
Baca juga: Paus Fransiskus Serukan Perdamaian di Ukraina dalam Pesan Paskah
 
Paus tidak secara spesifik menyebut nama Rusia atau presidennya, Vladimir Putin, sejak dimulainya invasi pada 24 Februari. Namun, ia tidak ragu untuk mengkritik pihak yang dinilainya bersalah.
 
Ia juga menggunakan istilah seperti 'invasi dan agresi' untuk menggambarkan situasi di Ukraina. Menurutnya, yang terjadi di negara itu tidak dapat dibenarkan.
 
"Saya menderita dan menangis memikirkan penderitaan penduduk Ukraina, khususnya yang paling lemah, orang tua dan anak-anak," serunya.
 
Ukraina mengatakan bahwa Moskow telah dengan paksa mendeportasi ribuan orang ke Rusia. Dalam pernyataannya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan lebih dari 1 juta orang telah dievakuasi dari Ukraina ke Rusia sejak 24 Februari.
 
Lavrov mengeklaim bahwa 2,8 juta orang di Ukraina telah meminta untuk dievakuasi ke Rusia.
 
Moskow menyebut tindakannya di Ukraina sebagai "operasi khusus" untuk demiliterisasi dan "denazifikasi" tetangganya. Ukraina dan Barat mengatakan ini adalah dalih tak berdasar untuk melancarkan perang.
 
Sementara itu, Fransiskus menyerukan koridor kemanusiaan yang aman bagi warga Ukraina di kompleks pabrik baja Azovstal di Mariupol. Ia juga mempertanyakan apakah segala kemungkinan telah dilakukan untuk mengakhiri pertempuran di Ukraina melalui dialog.
 
"Sementara kita menyaksikan kemunduran kemanusiaan yang mengerikan, saya bertanya kepada diri saya sendiri, bersama dengan banyak orang lain yang menderita, apakah perdamaian benar-benar dicari, apakah memang ada kemauan untuk menghindari eskalasi militer dan verbal yang berkelanjutan, apakah semuanya dilakukan untuk membungkam senjata," sambungnya.
 
Ia mendesak agar kemanusiaan tidak menyerah pada kekerasan. Fransiskus menyerukan agar semua pihak tetap mengedepankan jalan dialog untuk menyelesaikan konflik Rusia-Ukraina.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif