Hal tersebut diketahui dari citra satelit swasta Amerika Serikat (AS). Menurut perusahaan, Maxar Technologies mengambil gambar citra satelit itu dari 19 Januari hingga 1 Februari.
Penumpukan militer Rusia di dekat Ukraina telah memicu kekhawatiran bahwa Moskow mungkin berencana untuk menyerang. Namun, Negeri Beruang Merah masih menyangkalnya.
Baca: Antisipasi Serangan Rusia, AS Kerahkan 3.000 Pasukan ke Eropa Timur.
Mereka mengatakan, pasukan dan perangkat keras yang tiba di Belarusia, adalah untuk latihan bersama.
Lebih lanjut Maxar menambahkan, sementara Rusia telah mengerahkan peralatan dan unit militer di dekat Ukraina selama beberapa bulan terakhir, dalam banyak kasus beberapa pasukan atau unit akomodasi baru untuk personel tambahan telah diamati.
"Itu menunjukkan bahwa beberapa unit telah ditempatkan sebelumnya atau dikerahkan ke depan, tetapi gambar-gambar baru menunjukkan penempatan baru dan signifikan di Belarusia dan lebih banyak personel di berbagai lokasi militer," kata perusahaan, dilansir dari Malay Mail, Kamis, 3 Februari 2022.
"Tenda pasukan atau tempat perlindungan untuk personel telah terlihat di hampir setiap lokasi penempatan di Belarusia, Krimea dan Rusia barat yang menunjukkan bahwa unit tersebut sekarang disertai dengan pasukan dan telah meningkatkan tingkat kesiapan mereka secara keseluruhan," tambah mereka.
Selain itu, lanjut Maxar, kegiatan pelatihan militer lokal -,termasuk artileri tembakan langsung dan pelatihan manuver,- diamati sedang berlangsung di berbagai area pelatihan.
Konrad Muzyka, direktur konsultan Rochan yang berbasis di Polandia, mengatakan analisisnya sendiri telah menemukan peningkatan personel di unit-unit yang ditempatkan sebelumnya di dekat Ukraina, dan terutama di Krimea, yang dianeksasi Rusia pada 2014.
Dia mengira, latihan militer Rusia-Belarusia yang dijadwalkan bulan ini juga akan diadakan di Krimea dan Rusia barat.
"Pertanyaan terbesar adalah apa yang akan terjadi setelahnya. Apakah mereka akan pulang? Atau akankah mereka pindah ke area pementasan? Latihan itu sendiri memberi mereka peluang besar untuk menutupi gerakan ke area pementasan," ujarnya.
Kementerian Pertahanan Belarusia mengatakan pasukan militer Rusia akan meninggalkan Belarus setelah latihan.
Sementara itu, AS akan mengerahkan 3.000 tentara tambahan ke Eropa Timur. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi serangan Rusia ke Ukraina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News