Menlu AS Antony Blinken. (Andrew Harnik / POOL / AFP)
Menlu AS Antony Blinken. (Andrew Harnik / POOL / AFP)

Menlu AS Kecam Iran atas Hasutan Kekerasan terhadap Salman Rushdie

Willy Haryono • 15 Agustus 2022 12:51
Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengecam Iran atas hasutan-hasutan kekerasan terhadap novelis Salman Rushdie, yang pada Jumat kemarin ditikam seorang pria dalam sebuah acara di New York.
 
Salman Rushdie mendapat kecaman luas atas novel buatannya yang berjudul The Satanic Verses (Ayat-Ayat Setan). Novel itu dilarang di Iran sejak 1988, dan satu tahun setelahnya, pemimpin agung Iran saat itu, Ayatollah Ruhollah Khomeini, mengeluarkan fatwa pembunuhan terhadap Salman Rushdie.
 
"Kami berada bersama pihak-pihak di seluruh dunia yang terus mendoakan Salman Rushdie usai terjadinya serangan keji ini. Bukan hanya seorang novelis besar, Rushdie secara konsisten membela hak-hak universal kebebasan berekspresi, kebebasan beragama dan berkeyakinan, dan kebebasan pers," ucap Blinken.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di saat aparat penegak hukum terus menginvestigasi serangan ini, saya teringat kembali atas adanya kekuatan jahat yang berusaha merusak hak-hak ini, termasuk melalui ujaran kebencian dan hasutan kekerasan," sambungnya, dikutip dari Arutz Sheva, Senin, 15 Agustus 2022.
 
"Secara spesifik, institusi negara Iran telah menghasut kekerasan terhadap Rushdie dari generasi ke generasi, dan media nasionalnya belakangan ini memuji-muji upaya pembunuhan (di New York). Ini merupakan tindakan tercela," tutur Blinken.
 
Sejumlah saksi mata mengatakan bahwa Rushdie ditikam sebanyak 10 hingga 15 kali pada Jumat kemarin. Rushdie langsung terjatuh ke lantai, sementara pelaku dihentikan oleh sejumlah pengunjung dan petugas keamanan.
 
Rushdie, yang dibawa ke rumah sakit dengan helikopter, mengalami luka di bagian liver, lengan, dan mata. Ada laporan yang menyebutkan bahwa pria 75 tahun itu dapat kehilangan salah satu matanya.
 
Baca:  Biden Terkejut dan Sedih atas Penikaman Salman Rushdie
 
Sejak 1989 hingga kini, Rushdie terus mendapat ancaman pembunuhan, terutama yang dipicu dari fatwa Iran. Pada 2012, sebuah yayasan Iran menambah USD500.00 sebagai uang hadiah untuk membunuh Rushdie, yang menjadikan angka totalnya mencapai USD3,3 juta.
 
Saat ini Rushdie dikabarkan sudah tidak lagi dipasangi ventilator dan dapat berbicara bahkan bergurau.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif