Kondisi apartemen yang terkena serangan Rusia di kota Dnipro, Ukraina, 16 Januari 2023. (vitalii matokha / AFP)
Kondisi apartemen yang terkena serangan Rusia di kota Dnipro, Ukraina, 16 Januari 2023. (vitalii matokha / AFP)

Serangan Rusia di Dnipro Jadi yang Paling Mematikan di Ukraina Sejauh Ini

Willy Haryono • 17 Januari 2023 10:30
Dnipro: Memanjat pecahan beton dan logam, sobekan kain dan furnitur yang hancur, petugas penyelamat menemukan satu demi satu tambahan jenazah di Dnipro pada Senin kemarin. Petugas mengangkat sejumlah jasad korban dari kawah reruntuhan, yang dulunya adalah kamar tidur dan dapur di sebuah apartemen di salah satu kota terbesar di Ukraina.
 
Para kru melaporkan pembaruan jumlah korban pada Senin, 16 Januari 2023, Setidaknya 40 orang telah dinyatakan tewas akibat serangan Rusia selama akhir pekan di kota Dnipro.
 
Baca juga:  Jumlah Korban Tewas Serangan Rusia di Dnipro Jadi 40 Jiwa

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Serangan tersebut merupakan salah satu yang paling mematikan dilakukan Rusia terhadap hunian sipil di Ukraina, sejak invasi berlangsung hampir setahun lalu.
 
Dnipro berada jauh dari garis depan tempat pasukan Ukraina dan Rusia bertempur. Tetapi serangan pada hari Sabtu kemarin sesuai dengan pola tembakan rudal jarak jauh milik Rusia ke sasaran sipil, termasuk perumahan dan pembangkit listrik.
 
"Setelah kengerian yang saya lihat ini, saya tidak dapat membayangkan mereka menginginkan yang lain," kata warga Dnipro bernama Viktoria Tamich, 33, yang apartemennya kini hanya menjadi tumpukan puing dan pecahan kaca.
 
Di sebuah kedai kopi ketika sirene serangan udara berbunyi pada Sabtu lalu, Tamich sedang tidak berada di kediamannya. Ketika bergegas kembali, ia melihat "pemandangan mengerikan" dari puing-puing berasap dan noda darah di tangga gedung apartemennya.
 
"Saya bisa mendengar orang-orang berteriak di balik reruntuhan," katanya, seperti dikutip dari laman The New York Times.
 
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan pada Senin kemarin bahwa pihaknya telah mengonfirmasi lebih dari 7.000 kematian warga sipil Ukraina sejak Februari lalu, termasuk 398 anak-anak. Tetapi jumlahnya hanya mencakup kematian yang dapat dikonfirmasi, dan pemantau PBB mengakui bahwa total kematian korban sipil mungkin jauh lebih tinggi lagi.
 
Serangan Rusia belakangan ini menghantam kota-kota yang jauh dari pertempuran paling sengit di wilayah timur. Senin kemarin, Rusia melancarkan serangan rudal yang menghantam sebuah sekolah asrama, bangunan tempat tinggal dan rumah sakit anak-anak yang kosong di kota Kherson, Ukraina selatan, kata seorang gubernur regional.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif