Menlu Inggris Liz Truss (kanan) dan mantan menteri keuangan Rishi Sunak. (Susannah Ireland / AFP)
Menlu Inggris Liz Truss (kanan) dan mantan menteri keuangan Rishi Sunak. (Susannah Ireland / AFP)

Liz Truss atau Rishi Sunak? PM Baru Inggris Diumumkan Senin Ini

Willy Haryono • 05 September 2022 07:45
London: Inggris akhirnya akan mendapat pengganti Boris Johnson sebagai perdana menteri baru hari Senin ini, 5 September 2022. Siapakah yang akan menjadi ketua Partai Konservatif Inggris (Tory) sekaligus PM baru? Apakah Menteri Luar Negeri Liz Truss, atau justru mantan menteri keuangan Rishi Sunak?
 
Persaingan antar para kandidat yang menyisakan Truss dan Sunak telah berlangsung selama dua bulan, dan ditutup pada Jumat kemarin. Hasil pemungutan suara internal Tory ini akan diumumkan pada Senin, pukul 12.30 waktu London.
 
Dikutip dari Hindustan Times, pemenang akan resmi menjadi ketua Tory sekaligus PM Inggris pada Selasa besok, setelah Johnson resmi mengundurkan diri di hadapan Ratu Elizabeth II di Balmoral, istana sang monarki di Skotlandia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Truss, 47, adalah sosok yang difavoritkan sebagai ketua Tory. Ia kerap menggambarkan dirinya sebagai sosok mirip tokoh ternama Inggris, Margaret Thacher. Jika Truss menang, maka ia akan menjadi PM perempuan ketiga dalam sejarah Inggris.
 
Baca:  Liz Truss Ingin Langsung Tangani Krisis Energi Jika Menjadi PM Inggris
 
Sunak, 42, akan menjadi pemimpin pertama Inggris dari kelompok etnis minoritas jika berhasil mengalahkan Truss. Ia masuk ke parlemen Inggris pada 2015, dan menjadi menteri keuangan pada 2020, di saat pandemi Covid-19 melanda dunia.
 
Kinerjanya sebagai menkeu Inggris mendapat banyak apresiasi karena ia mampu membantu kelompok pekerja dan tempat usaha bertahan melewati pandemi.
 
Pemimpin baru akan menghadapi tantangan berat di bidang perekonomian, termasuk melambungnya inflasi, biaya hidup warga dan lonjakan harga energi.
 
Sepanjang akhir pekan kemarin, walau belum dipastikan menang, Truss telah berbicara dengan timnya untuk memfinalisasi pos-pos kabinet pemerintahannya mendatang. Ia juga memaparkan detail rencana untuk membawa Inggris melewati krisis energi di musim dingin tahun ini.
 
Sementara Sunak mengaku akan menghapus poin seputar pajak di undang-undang energi, dengan tujuan menghemat pengeluaran rata-rata keluarga di Inggris sebesar GBP180 per tahun.
 
Isu-isu lain yang harus ditangani pemimpin baru Inggris di antaranya memperbaiki Layanan Kesehatan Nasional (NHS) yang terpukul pandemi, meningkatkan sektor pendidikan dan transportasi, serta memulihkan hubungan dengan Uni Eropa.
 
Tidak hanya itu, pemimpin baru Inggris juga dituntut merespons seruan baru dari Skotlandia mengenai referendum kemerdekaan.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif