Presiden AS Joe Biden menandatangani RUU kepemilikan senjata api di Washington, 25 Juni 2022. (Stefani Reynolds / AFP)
Presiden AS Joe Biden menandatangani RUU kepemilikan senjata api di Washington, 25 Juni 2022. (Stefani Reynolds / AFP)

Populer Internasional: RUU Senjata Api AS hingga Pasokan Rudal Nuklir ke Belarusia

Willy Haryono • 26 Juni 2022 11:02
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menandatangani Rancangan Undang-Undang (RUU) kepemilikan senjata api terbaru, sebuah kompromi bipartisan yang kelihatannya sulit dicapai sebelum terjadinya serangkaian penembakan massal di Negeri Paman Sam belakangan ini.
 
Penandatanganan tersebut menjadi salah satu berita terpopuler di kanal internasional Medcom.id pada Minggu, 26 Juni 2022.
 
Dua berita terpopuler lainnya adalah seputar persidangan pekerja migran Indonesia (PMI) Adelina Sau di Malaysia dan mengenai rencana Rusia memasok rudal nuklir ke Belarusia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berikut selengkapnya:

Sah! Joe Biden Tandatangani RUU Kepemilikan Senjata Api

Biden mendeklarasikan bahwa RUU kepemilikan senjata api ini dapat "menyelamatkan nyawa."
 
Berbicara di Gedung Putih dengan menyebut beberapa nama keluarga dari korban penembakan, Biden berkata: "Mereka berpesan kepada kami untuk melakukan sesuatu. Hari ini, kami melakukannya."
 
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS telah memberikan persetujuan final atas RUU kepemilikan senjata api bernama Bipartisan Safer Communities Act pada Jumat kemarin. Satu hari sebelumnya, Senat telah lebih dahulu memberikan persetujuan atas RUU.
 
Apa lagi yang disampaikan Biden terkait hal ini? Cek selengkapnya di sini.

Jaksa Malaysia Dinilai Tidak Serius dalam Pengadilan Adelina Sau

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan kekecewaannya atas putusan bebas majikan Adelina Sau, Ambika. Adelina, seorang pekerja migran Indonesia (PMI), meninggal pada 2018 akibat luka-luka penyiksaan yang dilakukan Ambika.
 
Mahkamah Agung Malaysia memutuskan membebaskan Ambika tanpa tuntutan bersalah.
 
"Kita menyampaikan kekecewaan kita terhadap hasil keputusan tersebut dan melukai rasa keadilan masyarakat Indonesia," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI), Judha Nugraha.
 
"Dan dalam konteks tersebut, kita melihat jaksa tidak cermat dan tidak serius," sambungnya.
 
Apa lagi yang disampaikan Judha Nugraha terkait hal ini? Cek selengkapnya di sini.

Rusia Berencana Pasok Rudal Nuklir ke Belarusia

Rusia berencana memasok sistem rudal yang bisa dipasangi hulu ledak nuklir, Iskander-M, ke Belarusia dalam beberapa bulan ke depan. Pernyataan disampaikan langsung Presiden Rusia Vladimir Putin pada Sabtu, 25 Juni.
 
"Dalam beberapa bulan ke depan, kami akan mentransfer sistem misil taktis Iskander-M, yang dapat dipasangi rudal balistik atau jelajah, baik dalam kapasitas konvensional atau nuklir," kata Putin.
 
Pernyataan Putin ditanyakan di saluran televisi Rusia, di awal pertemuannya dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko di Saint Petersburg.
 
Apa lagi yang ditawarkan Putin kepada Belarusia? Cek selengkapnya di sini.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif