Keluarga korban genosida Srebrenica berkumpul di pemakaman memorial Potocari di Bosnia dan Herzegovina, 11 Juli 2021. (ELVIS BARUKCIC / AFP)
Keluarga korban genosida Srebrenica berkumpul di pemakaman memorial Potocari di Bosnia dan Herzegovina, 11 Juli 2021. (ELVIS BARUKCIC / AFP)

Uni Eropa Minta Negara-Negara Balkan Mengakui Genosida Srebrenica

Willy Haryono • 12 Juli 2021 14:40
Brussels: Uni Eropa meminta negara-negara Balkan untuk mengakui peristiwa genosida Srebrenica, menghormati para korban meninggal dalam pembantaian tersebut, dan mendorong rekonsiliasi. Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Josep Borrell menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi "penyangkalan genosida, revisionisme, dan glorifikasi penjahan perang" di Eropa.
 
Menurutnya, tiga hal semacam itu bertentangan dengan nilai-nilai dasar masyarakat Eropa.
 
Genosida Srebrenica merujuk pada pembantaian Muslim Bosnia oleh pasukan Serbia pada 11 Juli 1995. Sejak saat itu hingga kini, sejumlah negara Eropa meragukan dan tidak mengakui peristiwa tersebut pernah terjadi di masa lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Borrell dan komisaris UE Oliver Varhelyi menekankan pentingnya pengadilan internasional serta domestik untuk memberikan keadilan bagi semua korban beserta keluarga mereka.
 
"Memberikan keadilan dan membangun masyarakat yang lebih baik adalah cara terbaik dalam mengenang mereka yang dibunuh secara sengaja dan sistematis," ujar pernyataan resmi UE, dilansir dari laman TRT World, Minggu, 11 Juli 2021.
 
"Tidak boleh ada impunitas. Genosida adalah genosida, baik itu di Srebrenica atau di tempat lain. Perdamaian hanya dapat dibangun di atas keadilan," sambungnya.
 
Baca:  Belanda Turut Bertanggung Jawab atas Pembantaian Srebrenica
 
Sementara itu di Bosnia dan Herzegovina, peti 19 korban genosida Srebrenica dipindahkan ke Pemakaman Memorial Potocari dan dikuburkan di peringatan 26 tahun peristiwa tersebut.
 
Sembilan belas peti mati itu mewakili setidaknya 8.372 warga sipil Bosnia yang dibunuh secara brutal oleh pasukan Serbia. Belasan peti itu diangkut manual oleh sejumlah orang dari sebuah bekas pabrik baterai yang pernah dipakai pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama perang.
 
Azmir Osmanovic, yang baru berusia 16 tahun saat tewas dalam genosida Srebrenica, adalah korban tewas yang dimakamkan tahun ini. Korban tertua berusia 63 tahun diketahui bernama Husein Kurbasic.
 
Beberapa korban lain yang dimakamkan di Potocari adalah Vejsil Hamzabegovic, Muhidin Mehmedovic, Ramiz Selimovic, Esnaf Halilovic, Muamer Mujic, Mehmed Beganovic, Hajro Aljic, Jusuf Aljic, Zajim Hasanovic, Asim Nukic, Nezir Dautovic, Ibrahim Avdagic, Jusuf Halilovic, Salih Dzananovic, Meho Karahodzic, Fikret Kiveric dan Zilha Delic.
 
Setelah pemakaman 19 peti mati tersebut, jumlah kuburan di memorial Potocari bertambah menjadi 6.671.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif