Kolombia tuduh Hizbullah melakukan tindakan kejahatan di negaranya. Foto: AFP
Kolombia tuduh Hizbullah melakukan tindakan kejahatan di negaranya. Foto: AFP

Kolombia Tuduh Hizbullah Lancarkan Aksi Kriminal di Wilayahnya

Internasional kolombia hizbullah Lebanon
Medcom • 15 November 2021 11:13
Bogota: Kolombia mengatakan pada Minggu, 14 November 2021, mereka tengah memantau kegiatan organisasi Hizbullah di wilayah mereka. Pemerintah Kolombia menuduh Hizbullah telah melakukan kegiatan kriminal.
 
Hizbullah merupakan organisasi politik militer Syiah yang didirikan oleh Imad Mughniyah, Ali Akbar Mohtashamipour, Mohammad Hussein Fadlallah sejak 1982. Kelompok ini berbasis di Lebanon
 
“Dua bulan lalu kami harus menghadapi situasi di mana kami harus mengatur operasi untuk menangkap dan mengusir dua penjahat yang ditugaskan oleh Hizbullah dengan tujuan melakukan tindakan kriminal di Kolombia,” kata Menteri Pertahanan Kolombia, Diego Molano seperti dikutip dalam sebuah wawancara dengan harian El Tiempo, seperti dikutip AFP. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Arab Saudi Tetapkan Sayap Keuangan Hizbullah sebagai Teroris.
 
Dilansir dari Israel National News, Senin, 15 November 2021, Molano tidak memberikan rincian operasi pemerintah. Namun, surat kabar itu mengutip berbagai sumber di dinas intelijen militer Kolombia mengatakan, organisasi Lebanon tersebut memata-matai pengusaha Amerika Serikat (AS) dan Israel di Kolombia.
 
“Terdapat risiko dengan Hizbullah di Venezuela dan apa hubungannya dengan lalu lintas narkoba atau kelompok teroris di sisi Venezuela (perbatasan) dapat menghasilkan untuk keamanan nasional,” ujar Molano.
 
Hizbullah dilaporkan hadir di Venezuela dan sejumlah negara Amerika Latin lainnya. Kolombia menuduh tetangganya, Venezuela melindungi dan mendukung gerilyawan yang berperang melawan Bogota.
 
Kolombia disebut menjadi salah satu dari tiga negara Amerika Latin, bersama Honduras dan Guatemala, yang memasukkan Hizbullah ke daftar hitam sebagai organisasi teroris.
 
Pada 2013, Uni Eropa (UE) memasukkan “sayap militer” Hizbullah ke daftar hitam sebagai organisasi teroris. Sementara itu, gagal memasukkan tangan politik kelompok tersebut ke daftar hitam. Bagaimanapun, beberapa negara di Eropa disebut telah memasukkan seluruh kelompok itu ke dalam daftar hitam sebagai organisasi teroris.
 
Pada 2020, Jerman mengeluarkan perintah federal yang melarang Hizbullah di negara itu. Jerman pun mengambil tindakan penegakan berdasarkan ketentuan perintah tersebut.
 
Perintah melarang kontak apa pun dengan anggota organisasi dan tidak membedakan antara berbagai senjatanya militer, politik, atau sosial. Menurut perintah, apabila ditemukan, setiap penggunaan simbol organisasi dan aset organisasi di Jerman akan dilarang.
 
Maret 2019, Pemerintah Inggris menetapkan Hizbullah sebagai organisasi teroris. Tahun lalu, Kementerian Keuangan Inggris menambahkan seluruh organisasi Hizbullah ke dalam daftar kelompok teroris yang tunduk pada pembekuan aset.
 
November 2020, Slovenia diketahui pun bergabung dengan daftar negara yang memasukkan Hizbullah ke daftar hitam sebagai organisasi teroris. Februari lalu, Dewan Regional Liguria di Italia menetapkan Hizbullah secara keseluruhan sebagai organisasi teroris.
 
Awal tahun ini, Austria mengubah Undang-Undang (UU) simbolnya, yang melarang penggunaan simbol kelompok teroris dan menetapkan, semua senjata Hizbullah dianggap organisasi teroris. (Nadia Ayu Soraya)

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif