Dilansir dari laman The Hill pada Selasa, 24 November 2020, Raja Felipe VI sempat memimpin sebuah pertemuan sains di Madrid pada Senin kemarin. Seorang sumber yang sama mengatakan bahwa Ratu Letizia dan dua anak perempuannya akan tetap menjalankan agenda kerajaan seperti biasa.
Menurut data Johns Hopkins University hingga Senin kemarin, Spanyol telah mengonfirmasi lebih dari 1,5 juta infeksi covid-19 dengan 43.131 kematian sejak awal pandemi. Spanyol mencatat lebih banyak kasus dari negara lainnya di Eropa Barat selain Prancis.
Angka kematian akibat covid-19 di Spanyol juga lebih tinggi dibanding Prancis dan Italia.
Kementerian Kesehatan Spanyol mencatat jumlah kasus covid-19 dalam periode Jumat hingga Senin mencapai hampir 26 ribu, dengan tambahan 512 kematian. Namun angka rata-rata infeksi harian di Spanyol relatif menurun, dari 530 per 1.000 orang di awal November berbanding 374 per 1.000 orang pada Senin kemarin.
Sementara itu, utusan khusus Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) David Nabarro memprediksi terjadinya gelombang ketiga virus korona (covid-19) di Eropa pada awal 2021, jika negara-negara di benua tersebut gagal melakukan langkah pencegahan yang efektif.
Menurut Nabarro, sejumlah negara di Eropa selama ini belum maksimal dalam menangani transmisi covid-19.
"Mereka belum membangun infrastruktur yang dibutuhkan selama musim panas, saat mereka berpikir sudah berhasil mengendalikan gelombang pertama (covid-19)," kata Nabarro, dalam sebuah wawancara dengan surat kabar asal Swiss.
"Sekarang gelombang kedua sedang terjadi. Jika mereka tidak membangun infrastruktur yang dibutuhkan, maka gelombang ketiga akan terjadi awal tahun depan," lanjutnya.
Baca: WHO Khawatirkan Gelombang Ketiga Covid-19 di Eropa
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News