Presiden Prancis Emmanuel Macron menyapa warga dalam kunjungan ke kota Valence pada Selasa, 8 Juni 2021. (PHILIPPE DESMAZES / POOL / AFP)
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyapa warga dalam kunjungan ke kota Valence pada Selasa, 8 Juni 2021. (PHILIPPE DESMAZES / POOL / AFP)

Presiden Prancis Emmanuel Macron Ditampar Warga

Internasional prancis politik prancis Emmanuel Macron
Willy Haryono • 09 Juni 2021 06:53
Valence: Presiden Emmanuel Macron ditampar warga di bagian wajah dalam kunjungan resmi ke wilayah tenggara Prancis pada Selasa kemarin. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Macron terlihat berjalan ke arah pagar pembaasan dalam perjalanan ke Tain-l'Hermitage di luar kota Valence.
 
Seorang pria berbaju hijau tiba-tiba menampar Macron di bagian wajah dari tengah kerumunan. Pria itu bergerak cepat meninggalkan lokasi, sementara Macron ditarik petugas keamanan.
 
Dua orang ditangkap terkait insiden tersebut. Macron menyebut kejadian tersebut sebagai "peristiwa terisolasi."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita tidak boleh membiarkan orang-orang brutal mengambil alih debat publik: mereka tidak layak menerima itu," sebut Macron, dikutip dari laman BBC pada Rabu, 9 Juni 2021.
 
Pria yang menampar Macron dikabarkan sempat berteriak "hentikan Macronisme" saat menampar presiden. Ia juga meneriakkan "Montjoie, Saint-Denis" -- sebuah slogan yang digunakan era kerajaan Raja Charlemagne di Prancis.
 
Dalam video Macron terlihat kembali ke lokasi tempatnya ditampar dan sekali lagi menyapa warga. "Saya akan terus bekerja," ucapnya kepada surat kabar Le Dauphine. "Tidak ada yang bisa menghentikan saya," sambung dia.
 
Baca:  Survei: 60 Persen Warga Prancis Kecewa terhadap Macron
 
Hingga kini otoritas Prancis belum mengumumkan identitas serta motif pelaku. Usai kejadian, aparat keamanan disiagakan di sejumlah sudut kota Valence.
 
Jajaran politisi Prancis mengecam insiden tersebut. Perdana Menteri Jean Castex mengatakan kepada Majelis Nasional Prancis bahwa walaupun demokrasi memang melibatkan elemen perdebatan dan ketidaksetujuan, namun tidak pernah boleh menggunakan aksi kekerasan dan agresi verbal.
 
Pemimpin sayap kiri Jean-Luc Melenchon mengungkapkan solidaritasnya kepada presiden via Twitter tak lama usai insiden. Pemimpin sayap kanan Marine Le Pen juga demikian, dengan mengatakan bahwa perdebatan demokratis terkadang dapat menjadi pahit, namun tidak pernah boleh melibatkan kekerasan fisik.

 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif