Staf dari Pentagon dipenjara 23 tahun karena bocorkan informasi ke Hizbullah. Foto: AFP
Staf dari Pentagon dipenjara 23 tahun karena bocorkan informasi ke Hizbullah. Foto: AFP

Bocorkan Informasi Rahasia ke Hizbullah, Pegawai Pentagon Dipenjara 23 Tahun

Internasional Amerika Serikat Irak hizbullah Pentagon
Fajar Nugraha • 25 Juni 2021 08:22
Washington: Seorang ahli bahasa Pentagon dijatuhi hukuman 23 tahun karena mengekspos sumber-sumber Amerika Serikat (AS) di Irak kepada kelompok Hizbullah, dalam kasus spionase terorisme yang langka. Staf itu mengaku memberikan nama-nama informan dan data rahasia kepada seorang pria Lebanon yang terkait dengan Hizbullah.
 
Mariam Taha Thompson mengaku bersalah pada 26 Maret karena memberikan informasi pertahanan nasional untuk membantu pihak asing. Jaksa menuduh bahwa dia memberikan informasi itu kepada seorang pria yang dia cintai, percaya bahwa itu akan membantu Hizbullah Lebanon. AS memasukan Hizbullah ke dalam kelompok teroris.
 
Jaksa mengatakan Thompson mempertaruhkan nyawa sumber dan pasukan AS karena dia berharap pria itu akan menikahinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hukuman Thompson harus menjadi peringatan yang jelas bagi semua pemegang izin bahwa pelanggaran sumpah mereka kepada negara ini tidak akan dianggap enteng, terutama ketika mereka membahayakan nyawa," ujar Asisten Jaksa Agung untuk Divisi Keamanan Nasional Kementerian Kehakiman, John Demers dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari The Washington Post, Jumat 25 Juni 2021.
 
Di pengadilan, Asisten Jaksa AS John Cummings Jr. berpendapat bahwa menyerahkan informasi penargetan teroris "menimbulkan ancaman nyata bagi pasukan dan sekutu AS, dan karena alasan itu dia pantas dihukum 30 tahun."
 
Sementara pembelaan Thompson meminta tujuh tahun, Hakim Distrik AS John Bates mengatakan dia tahu tidak ada kasus spionase di mana seorang terdakwa dijatuhi hukuman kurang dari 15 tahun karena membocorkan identitas sumber-sumber manusia - apalagi kepada organisasi teroris di area operasi yang aktif.
 
Namun, hakim mempersingkat hukuman, dengan mengatakan Thompson adalah individu yang simpatik dengan kisah hidup yang menginspirasi yang melayani negara angkatnya dengan pasukan AS di Afghanistan, Irak, dan Suriah. Hakim juga mengakui bahwa permintaan pemerintah sama saja dengan hukuman seumur hidup.
 
"Tidak ada pertanyaan dalam pikiran saya bahwa tindakan pelanggaran yang diakui terdakwa membahayakan personel militer AS dan pekerjaan aset manusia dengan Amerika Serikat dan karenanya menimbulkan ancaman signifikan terhadap keamanan nasional," kata Bates.
 
"Ini adalah situasi risiko yang sebenarnya, bukan situasi hipotetis, dan karena itu sangat serius," tegas hakim.
 
Halaman Selanjutnya
Dengan kredit untuk waktu yang…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif