Presiden AS Donald Trump (kanan) bersama Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al Saud. (Foto: AFP)
Presiden AS Donald Trump (kanan) bersama Raja Arab Saudi Salman bin Abdulazis Al Saud. (Foto: AFP)

Trump Sebut Saudi akan Normalisasi Hubungan dengan Israel

Internasional as-arab saudi UEA-Israel Bahrain-Israel
Willy Haryono • 16 September 2020 10:30
Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Arab Saudi akan menormalisasi hubungan dengan Israel, mengikuti langkah Uni Emirat Arab dan Bahrain yang sudah melakukannya terlebih dahulu. UEA dan Bahrain sudah meresmikan normalisasi mereka dengan Israel di Gedung Putih pada Selasa 15 September.
 
Menurut Trump, Saudi merupakan satu dari 7 hingga 9 negara yang akan menormalisasi hubungan dengan Israel.
 
Usai seremoni penandatanganan normalisasi Israel-UEA-Bahrain, Trump ditanya apakah dirinya berharap Arab Saudi akan mengikuti langkah Uni Emirat Arab dan Bahrain atau tidak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tentu saja. Saya sudah berbicara dengan Raja Arab Saudi. (Normalisasi) akan terwujud di waktu yang tepat," ucap Trump, dikutip dari laman TOI, Rabu 16 September 2020.
 
"Akan ada tujuh atau delapan, atau mungkin sembilan negara lagi yang akan menormalisasi hubungan dengan Israel," sambung dia. Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa jumlah negara yang akan mengikuti langkah UEA dan Bahrain berkisar "lima hingga enam."
 
Menurut Trump, negara-negara yang menormalisasi hubungan dengan Israel sudah lelah bertarung sejak lama. Negara-negara itu diklaim Trump menginginkan perdamaian berkelanjutan di Timur Tengah.
 
"Sebagian besar negara-negara di Timur Tengah ingin menandatangani perjanjian ini," klaim Trump. Ia menyebut Israel kini sudah "tidak lagi terisolasi."
 
Trump juga tidak mengesampingkan Palestina dalam visinya. Ia optimistis Palestina "juga akan menjadi anggota di waktu yang tepat. Di waktu yang tepat, mereka juga akan bergabung dengan kami," kata Trump.
 
Dalam penandatanganan di Gedung Putih, Trump menyebut normalisasi Israel-UEA-Bahrain menandai "fajar di Timur Tengah yang baru." Semua pihak menilai penandatanganan ini sebagai peristiwa bersejarah.
 
Namun Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menegaskan bahwa perdamaian di Timur Tengah baru dapat terwujud saat Israel mundur dari daerah pendudukan.
 
Saat penandatanganan berlangsung, dua roket meluncur dari Jalur Gaza ke arah Israel. Satu roket berhasil dihancurkan sistem anti-misil Iron Dome, sementara satunya lagi mendarat di Israel dan melukai sedikitnya dua orang.

 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif