Kepala urusan kemanusiaan PBB Martin Griffiths. (John MACDOUGALL / AFP / POOL)
Kepala urusan kemanusiaan PBB Martin Griffiths. (John MACDOUGALL / AFP / POOL)

PBB Sebut 3 Juta Warga Myanmar Butuh Bantuan Kemanusiaan Darurat

Internasional pbb Myanmar Aung San Suu Kyi Kudeta Myanmar Junta Myanmar DK PBB
Willy Haryono • 09 November 2021 14:17
New York: Kepala Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Martin Griffiths, mendesak junta Myanmar membuka akses tanpa gangguan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan darurat kepada lebih dari 3 juta warga di negara tersebut. Ia menilai situasi di Myanmar terus memburuk sejak militer melakukan kudeta pada 1 Februari lalu.
 
Griffiths mengingatkan jika aksi kekerasan terus berlanjut dan resolusi damai tak kunjung tercapai di Myanmar, maka "angka-angka itu akan terus bertambah."
 
Dilansir dari Bellingham Herald, Senin, 8 November 2021, ia juga mendesak para donor di luar sana untuk merespons seruan PBB terkait dana bantuan untuk Myanmar yang angkanya mencapai USD385 juta. Sejauh ini, dana yang terkumpul masih kurang dari separuh angka tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hari Senin kemarin merupakan peringatan satu tahun pemilihan umum Myanmar 2020, yang dinilai pengamat internasional sebagai pemungutan suara yang bebas dan adil." Namun menurut junta Myanmar, pemilu 2020 dipenuhu kecurangan.
 
Dalam pemilu tersebut, Liga Nasional untuk Demokrasi milik pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, meraih 80 persen dari total kursi di majelis rendah dan bawah parlemen. Militer Myanmar menolak hasil tersebut.
 
"PBB menekankan kembali seruan kepada militer (Myanmar) untuk menghormati keinginan masyarakat dan mengembalikan negara ke jalur transisi demokrasi," tutur Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
 
Ia menekankan bahwa PBB masih tetap "khawatir atas meningkatnya kekerasan di Myanmar," dan sekali lagi menyerukan pembukaan akses kemanusiaan.
 
Baca:  Junta Myanmar Kembali Tolak Akses untuk Utusan Khusus ASEAN
 
Pernyataan terbaru Griffiths disampaikan saat beberapa anggota Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan tertutup mengenai isu Myanmar atas permintaan Inggris.
 
Deputi Duta Besar Inggris untuk PBB, James Kariuki, mengatakan kepada awak media bahwa London khawatir terhadap sepak terjang militer Myanmar di negara bagian Chin.
 
"Kami khawatir situasi di sana mirip seperti empat tahun lalu, saat terjadinya aksi kekerasan terhadap Rohingya di Rakhine," ucapnya.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif