Mantan Presiden AS Barack Obama. (Foto: AFP)
Mantan Presiden AS Barack Obama. (Foto: AFP)

Obama Minta Trump Utamakan Negara Ketimbang Ego

Internasional amerika serikat joe biden donald trump Pilpres AS 2020
Willy Haryono • 16 November 2020 09:02
Washington: Mantan presiden Amerika Serikat Barack Obama meminta petahana Donald Trump untuk mengakui kekalahannya dari Joe Biden dalam pemilihan umum AS. Ia meminta Trump untuk lebih mengutamakan kepentingan negara ketimbang ego.
 
Trump telah mengakui kemenangan Biden, namun tetap merasa dicurangi. Ia tetap merasa pemilu AS 2020 penuh dengan kecurangan yang menguntungkan kubu Partai Demokrat dan Biden.
 
Obama menilai sikap Trump sebagai presiden telah merusak prinsip-prinsip negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Trump Akui Biden Menang Pemilu, Namun Tetap Merasa Dicurangi
 
"Seorang presiden adalah pelayan publik. Mereka hanya penghuni sementara dari kantor (kepresidenan). Saat waktu Anda habis, sudah menjadi tugas Anda untuk mengutamakan kepentingan negara dan berpikir lebih luas ketimbang mementingkan ego pribadi," ujar Obama dalam program 60 Minutes di media CBS.
 
"Saran saya kepada Presiden Trump adalah, jika Anda ingin diingat sebagai seseorang yang mengutamakan negara, maka inilah saatnya," sambung dia, dilansir dari laman Independent pada Senin, 16 November 2020.
 
Saat ditanya oleh Scott Pelley apakah Trump perlu secara resmi mengakui kekalahan, Obama menjawab: "Tentu saja. Seharusnya ia mengaku kalah satu hari setelah pemilu, atau setidaknya dua hari setelah pemilu."
 
"Saat kita melihat angka-angka secara objektif, Joe Biden memang telah menang. Tidak ada skenario di mana negara-negara bagian itu dapat membalikkan hasil pemilu," tutur Obama.
 
Obama, yang sedang mempromosikan memoir ketiga berjudul A Promised Land, dikenal sering mengungkapkan kekecewaan atas Trump yang secara mengejutkan mengalahkan Hillary Clinton pada 2016.
 
Selama ini Obama relatif diam, namun beberapa kali melayangkan 'pukulan' kepada Trump di masa kampanye Biden. Ia mengaku terpaksa harus berbicara karena merasa perilaku presiden saat ini, yakni Trump, "tidak normal."
 
"Saya rasa kita sempat berada pada situasi di mana nilai-nilai institusi negara telah dilanggar. Maka merupakan hal penting bagi saya, yang pernah menjabat di kantor kepresidenan, untuk memberi tahu orang-orang bahwa semua ini tidaklah normal," ungkapnya.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif