Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

Perdagangan Meroket, Indonesia Genjot Ekspor ke Swiss

Internasional perdagangan indonesia-swiss Swiss
Marcheilla Ariesta • 14 Mei 2022 20:23
Bern: Selama awal tahun 2022, perdagangan Indonesia ke Swiss melonjak tajam dibanding periode yang sama pada 2021. Total nilai ekspor RI pada triwulan I (Januari-Maret) 2022 sebesar USD1,26 miliar.
 
Sementara itu, merujuk pada data Swiss Federal Office for Customs and Border Security (FOCBS) yang diakses pada awal Mei 2022, total nilai ekspor Indonesia ke Swiss pada triwulan 1 tahun lalu, sebesar USD115,53 juta.
 
Sedangkan surplus neraca perdagangan Indonesia ke Swiss pada triwulan I 2022, sebesar USD1,16 miliar (setara Rp16,67 triliun). Sementara surplus neraca perdagangan di periode yang sama tahun 2021 sebesar USD19,38 juta (sekitar Rp277,96 miliar).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, impor Indonesia dari Swiss pada triwulan I 2022 meningkat 9.96 persen dibanding periode yang sama pada 2021, yakni sebesar USD105.73 juta.
 
"Hal ini tentu merupakan kemajuan yang signifikan bagi hubungan ekonomi Indonesia dan Swiss, tidak hanya karena jalur distribusi yang membaik, namun juga karena optimisme yang berkembang paska Indonesia - EFTA CEPA sejak akhir tahun lalu," ucap Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein, Muliaman Hadad dalam keterangan tertulis KBRI Bern, Sabtu, 14 Mei 2022.
 
Baca juga: Genjot Investasi RI-Swiss, BKPM Gandeng SwissCham Indonesia
 
Sejak Indonesia EFTA CEPA berlaku, Swiss dan Liechtenstein menghapus 7.042 Pos Tarif dari nilai impor komoditas Swiss dari Indonesia. Pada  triwulan I 2022, hampir semua komoditas utama Indonesia ke Swiss mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan triwulan I 2021. 
 
Produk yang mengalami kenaikan secara signifikan antara lain emas, logam mulia dan perhiasan, kimia organik dan furnitur. Sedangkan komoditas utama, seperti mesin turbin dan suku cadang, produk tekstil bukan rajutan, dan minyak atsiri mengalami penurunan.
 
Dubes Muliaman optimis hubungan ekonomi antara Indonesia dan Swiss akan terus meningkat, terutama di sektor perdagangan dan investasi meski ekonomi dunia masih mengalami ketidakpastian karena perang di Ukraina, supply bottleneck dan situasi pandemi yang belum dapat diprediksi dan dikesampingkan.
 
Swiss sendiri tidak memiliki keterikatan ekonomi dengan Rusia dan Ukraina secara langsung, namun bagi negara yang sangat bergantung pada foreign trade, seperti Swiss, perang Ukraina berdampak naiknya harga komoditas dunia, yang menyebabkan cost produksi perusahaan menjadi lebih tinggi.
 
Data dari Kementerian Investasi/BKPM menunjukkan bahwa pada triwulan I 2022, Swiss menempati urutan ke-5 negara dari benua Eropa dan ke-20 dari semua negara yang berinvestasi di Indonesia. Jumlah proyek telah mencapai 152 dengan nilai  USD15,7 juta.
 
Kerja sama investasi ini akan terus meningkat dengan ditandatanganinya Bilateral Investments Treaty dan keja sama lainnya yang akan dibahas selama acara World Economic Forum (WEF) tanggal 22-26 Mei 2022 di Davos, Swiss.
 
“Word Economic Forum untuk tahun ini yang bersamaan dengan presidensi G20, akan menjadi momentum yang tepat bagi Indonesia untuk menunjukkan komitmen dan keseriusan untuk menggali potensi yang muncul dari agenda prioritas G20” tambah Muliaman.
 
WEF adalah sebuah platform global di sektor ekonomi, sosial politk yang bertempat di Davos Swiss. Setiap tahunnya, acara dimaksud dihadiri lebih dari 2500 peserta dari lebih dari 100 Negara yang terdiri dari politisi dunia, influencer, CEO perusahaan terkemuka, pelaku bisnis, aktor, peneliti dan beberapa Kepala Negara dunia.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif