Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Genjot Investasi RI-Swiss, BKPM Gandeng SwissCham Indonesia

Husen Miftahudin • 15 Maret 2022 17:20
Jakarta: Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggandeng Kamar Dagang Swiss-Indonesia (SwissCham Indonesia) untuk meningkatkan investasi kedua negara. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoU) kerja sama bisnis peningkatan iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi.
 
Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Riyatno mengatakan, MoU ini bertujuan untuk mendukung pemulihan ekonomi global dan berkontribusi pada upaya Pemerintah Indonesia dalam memajukan pertumbuhan ekonomi.
 
"MoU tiga tahun ini untuk meningkatkan iklim investasi yang saling menguntungkan antara Pemerintah Indonesia dan mitra," ujar Riyatno dalam acara Forum Dialog dan Penandatanganan MoU antara SwissCham Indonesia dan BKPM secara virtual, Selasa, 15 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melalui kerja sama ini, BKPM dan SwissCham Indonesia akan menjadi mitra dialog dan penghubung komunikasi kedua negara. Termasuk mendorong diskusi terkait kebijakan investasi, Foreign Direct Investment (FDI), inovasi, serta transfer pengetahuan.
 
"Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Investasi/BKPM secara konsisten memberikan kesempatan investasi yang sama bagi setiap negara, termasuk Swiss. SwissCham melihat Indonesia sebagai tujuan investasi yang ideal dengan potensi ekonomi yang besar," sebut Riyatno.
 
Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN Kurt Kunz menyampaikan bahwa sejak 2018 SwissCham Indonesia telah aktif menggiatkan investasi perusahaan Swiss ke dalam negeri.
 
Ia pun berharap agar kerja sama ini dapat memperkuat peran SwissCham Indonesia dalam meningkatkan hubungan bisnis dan kerja sama yang saling menguntungkan dan kondusif.
 
Apalagi, Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) dan Indonesia sudah mulai berlaku sejak November 2021. Sehingga, kerja sama antara Indonesia dan Swiss memiliki cakupan aplikasi yang luas.
 
"Kesepakatan tersebut mencakup ketentuan tentang investasi dan ketentuan komprehensif tentang perdagangan dan pembangunan berkelanjutan, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi iklim bisnis dan investasi yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak," tuturnya.
 
Ketua SwissCham Indonesia Chris Bendl menjelaskan saat ini terdapat 150 perusahaan Swiss yang beroperasi di Indonesia dan menciptakan sekitar 50 ribu lapangan pekerjaan.
 
"Dengan penandatanganan hari ini, SwissCham berharap dapat melanjutkan kontribusinya dalam mempromosikan kemudahan berusaha di Indonesia dan meningkatkan investasi dari perusahaan Swiss ke Indonesia dan sebaliknya," tutup Chris.
 
Diketahui pada 2021, Swiss merupakan investor asing terbesar ke-10 di Indonesia dengan nilai investasi sebanyak USD599,8 juta dari 281 proyek. Investasi Swiss di Indonesia terdiri dari perusahaan makanan dan minuman, kimia dan farmasi, kehutanan, perikanan, dan lain-lain.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif