Ilustrasi tanaman ganja./AFP
Ilustrasi tanaman ganja./AFP

Malta Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Legalkan Ganja

Internasional ganja Legalisasi Ganja uni eropa Malta
Marcheilla Ariesta • 15 Desember 2021 06:59
Valletta: Malta menjadi negara Uni Eropa pertama yang melegalkan penanaman dan penggunaan pribadi ganja. Orang dewasa di negara itu diizinkan membawa hingga tujuh gram ganja.
 
Tak hanya itu, mereka hanya boleh menanam tidak lebih dari empat tanaman ganja di rumah. Meski demikian, merokok di depan umum atau anak-anak merupakan tindakan ilegal.
 
Beberapa negara Uni Eropa sebenarnya memiliki rencana serupa. Diantaranya adalah Jerman, Luksemburg dan Swiss. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari BBC, Rabu, 15 Desember 2021, negara-negara seperti Belanda mentolerir penggunaan ganja dalam keadaan tertentu.
 
Parlemen Malta memberikan suara mendukung reformasi itu. Rancangan Undang-undang terkait ganja mendapat 36 suara dukungan, sedangkan yang menentang sebanyak 27.
 
Baca juga: Pertama di UE, Malta Larang Masuk WNA yang Belum Divaksinasi
 
"Langkah bersejarah ini akan menghentikan pengguna ganja kecil dari menghadapi sistem peradilan pidana," kata Menteri Kesetaraan, Owen Bonnici.
 
"UU ini juga akan mengurangi perdagangan narkoba dengan memastikan bahwa (pengguna) sekarang memiliki cara yang aman dan teratur dari mana mereka bisa mendapatkan ganja," lanjut dia.
 
Namun, Partai Nasionalis - oposisi di Malta - menentang perubahan tersebut. Padahal, awalnya mereka mendukungnya.
 
"UU ini hanya akan mengarah pada penguatan pasar ilegal dengan kejahatan terorganisir mengambil keuntungan di dalamnya," ucap pemimpin oposisi, Bernard Grech.
 
Di bawah UU baru ini, siapapun yang membawa lebih dari tujuh gram, namun kurang dari 28 gram akan didenda hingga 100 Euro (setara Rp1,6 juta). Sedangkan untuk merokok di depan umum didenda 235 euro (Rp3,8 juta).
 
Sementara itu, mereka yang merokok ganja di depan siapapun yang lebih muda dari 18 tahun akan didenda hingga 500 euro (setara Rp8 juta). Asosiasi akan dibentuk untuk mendistribusikan obat atau benih untuk membudidayakan ganja. 
 
Ada juga dukungan untuk anak di bawah umur yang ditemukan dengan ganja. Mereka akan direkomendasikan rencana perawatan atau pengobatan sebagai lawan menghadapi penangkapan atau tuntutan pidana.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif