Sebuah mal di kota Kremenchuk, Ukraina, terbakar hebat usai terkena serangan Rusia, 27 Juni 2022. (AFP PHOTO/Ukrainian State Emergency Service Press Service)
Sebuah mal di kota Kremenchuk, Ukraina, terbakar hebat usai terkena serangan Rusia, 27 Juni 2022. (AFP PHOTO/Ukrainian State Emergency Service Press Service)

36 Orang Masih Dinyatakan Hilang di Reruntuhan Mal Ukraina

Willy Haryono • 28 Juni 2022 21:49
Kremenchuk: Petugas pemadam kebakaran dan prajurit Ukraina mencari penyintas di balik reruntuhan sebuah mal di kota Kremenchuk, Selasa, 28 Juni 2022. Otoritas Ukraina mengatakan mal tersebut hancur akibat terkena serangan rudal Rusia.
 
Dikutip dari RTE, keluarga dari korban hilang berkumpul di sebuah hotel di seberang reruntuhan mal. Di sekitar lokasi, petugas penyelamat membuat sebuah kamp operasi.
 
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia sengaja menyerang warga sipil dalam serangan di Kremenchuk, kota yang jauh dari medan pertempuran. Ia menyebutnya sebagai "salah satu serangan teroris paling parah dalam sejarah Eropa."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kementerian Pertahanan Rusia membantah telah menyerang mal tersebut, dan mengeklaim hanya menggempur sebuah depot senjata di kota Kremenchuk. Moskow mengatakan ledakan amunisi dari depot tersebut memicu terjadinya kebakaran di mal yang ada di dekatnya.
 
Menurut Kemenhan Rusia, mal tersebut sudah tidak digunakan lagi dan tidak ada siapa pun saat serangan tersebut. Namun menurut Zelensky, ada sekitar 1.000 orang di dalam mal saat serangan terjadi.
 
Ludmyla Mykhailets, salah satu penyintas, mengaku sedang berbelanja di mal tersebut bersama sang suami. Tiba-tiba, serangan itu pun terjadi.
 
"Serpihan berbagai benda mengenai badai saya. Seluruh area mal runtuh," ucapnya di dekat sebuah rumah sakit umum.
 
"Situasinya benar-benar kacau," tutur suaminya, Mykola, yang terlihat mengalami pendarahan di balik perban yang membalut kepalanya.
 
Jajaran pemimpin Group of Seven (G7), yang pada saat serangan sedang berkumpul di Jerman, menyebut serangan terbaru Rusia sebagai sesuatu yang "mengerikan."
 
Baca:  Rusia Bantah Serang Mal di Ukraina
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif