Polisi menahan pergerakan demonstran dalam aksi protes mendesak mundur Presiden Belarusia Alexander Lukashenko. (Foto: TUT.BY/AFP)
Polisi menahan pergerakan demonstran dalam aksi protes mendesak mundur Presiden Belarusia Alexander Lukashenko. (Foto: TUT.BY/AFP)

400 Orang Ditangkap dalam Demo Lanjutan Belarusia

Internasional Politik Belarusia
Willy Haryono • 14 September 2020 07:50
Minsk: Puluhan ribu orang berunjuk rasa di Minsk dan kota-kota besar lainnya di Belarusia dalam mempertahankan tekanan terhadap Presiden Alexander Lukashenko. Dalam demo lanjutan kali ini, yang dimulai sejak berakhirnya pemilihan umum pada 9 Agustus, sekitar 400 demonstran ditangkap polisi.
 
Dilansir dari laman BBC, Senin 14 September 2020, polisi mengaku telah menangkap 400 orang menjelang dan saat berlangsungnya aksi protes. Dalam aksi protes bertajuk Gerakan Pahlawan ini, para pengunjuk rasa mendesak Lukashenko agar segera mundur dari jabatannya.
 
Lukashenko dinyatakan menang dalam pilpres 9 Agustus lewat raihan 80,1 persen suara. Namun kubu oposisi menuding Lukashenko berbuat curang, dan aksi protes masif pun meletus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Capres oposisi Svetlana Tikhanovskaya hanya mendapat 10,12 persen suara, namun mengklaim seharusnya meraih 60 hingga 70 persen jika surat suara dihitung secara benar.
 
Berkuasa sejak 1994, Lukashenko membantah berbuat curang dan juga menolak mundur dari jabatannya. Meski mengakui sudah terlalu lama berkuasa, Lukashenko menegaskan hanya dirinya yang mampu melindungi Belarusia.
 
Unjuk rasa terbaru di Minsk ini merupakan kali kelima yang digelar pada setiap pekannya. Jumlah pedemo rata-rata 100 ribu orang dari pekan ke pekan.
 
Sejumlah saksi mata mengatakan, jantung ibu kota Minsk dibanjiri demonstran yang berjalan menuju area permukiman elite Drozdy. Pergerakan mereka ke permukiman yang dihuni banyak pejabat itu, termasuk Lukashenko, dicegat polisi.
 
Aksi protes juga berlangsung di kota Brest, Gomel, Mogilyev, dan lainnya.
 
Kementerian Dalam Negeri Belarusia melaporkan, aksi protes terbaru ini hanya diikuti sekitar 3.000 orang yang merupakan gabungan dari semua kota. Kemendagri Belarusia mengonfirmasi adanya penangkapan demonstran di beberapa distrik ibu kota.
 
Otoritas Belarusia mengatakan, mereka yang ditahan adalah pengunjuk rasa yang membawa spanduk bertuliskan "kata-kata menghina."
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif