Massa pendukung Donald Trump mendobrak masuk ke Gedung Kongres 6 Januari 2021. Foto: AFP
Massa pendukung Donald Trump mendobrak masuk ke Gedung Kongres 6 Januari 2021. Foto: AFP

Gedung Kongres Diserang, Trump Provokasi Para Pendukung

Internasional politik as joe biden donald trump Pendukung Trump Rusuh
Fajar Nugraha • 07 Januari 2021 06:22
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menanggapi penyerangan Gedung Kongres Capitol Hill oleh pendukungnya tetap dengan klaim hasil pemilu dicurangi. Trump seminta pendukungnya untuk pulang.
 
Baca: Massa Pendukung Donald Trump Serbu Gedung Kongres, Senat Dievakuasi.
 
Komentar Trump di Twitter muncul beberapa jam setelah dia muncul di tengah demo para pendukungnya untuk memberikan dukungan. Trump men-tweet pernyataan yang dimaksudkan untuk mengurangi kekerasan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam video singkat yang diposting ke akun Twitter-nya tak lama setelah pada Rabu 6 Januari 2021 pukul 4.00 sore waktu AS, Trump mengulangi klaim tak berdasarnya bahwa "pemilu dicuri" dan berbicara dengan simpatik dan penuh kasih sayang kepada anggota massa, menyarankan mereka untuk "pulang," menambahkan: "Kami sayang padamu."
 
Posting itu muncul beberapa jam setelah Trump muncul di rapat umum di mana dia mendesak para pendukungnya untuk pergi ke Capitol untuk menyatakan ketidakpuasan mereka. Sebelumnya pada sore hari, Trump men-tweet pernyataan yang dimaksudkan untuk mengurangi kekerasan tersebut.
 
"Tolong dukung Polisi Capitol dan Penegak Hukum kami," dia memposting. “Mereka benar-benar berpihak pada Negara kita. Tetap damai!,” ujar Trump dalam Twitter, yang dikutip The New York Times, Kamis 7 Januari 2021.
 
Saat bentrokan meningkat, dia men-tweet: “Saya meminta semua orang di Capitol AS untuk tetap damai. Tidak ada kekerasan! Ingat, kita adalah Partai Hukum dan Ketertiban. Hormati Hukum dan pria serta wanita hebat kami berseragam biru (polisi),” sebut Trump.
 
Kemudian Trump berbicara kepada para perusuh dalam sebuah pesan video di mana dia mengatakan kepada mereka "untuk pulang”. Namun secara bersamaan Trump mengulang kembali tuduhan keliru menyatakan bahwa pemilihan itu ‘dicuri’ darinya.
 
"Sekarang, kami membawakannya kepada Anda karena Presiden Trump dalam rekaman itu mengatakan kepada para pendukungnya yang saat ini sedang melakukan pemberontakan bersenjata di luar Gedung Capitol, dia menyuruh mereka pulang, tetapi saya juga ingin mencatat bahwa dalam video itu dia berbohong tentang pemilu yang dicuri dan menuangkan lebih banyak nada provokasi,” jelas jurnalis CNN, Jake Tapper yang melaporkan dari lokasi kejadian.
 
Dia melanjutkan perilaku memalukannya dengan berbohong kepada pendukungnya tentang apa yang terjadi. Benar-benar memalukan. Saya berharap mereka mendengarkan bagian di mana dia mengatakan agar mereka 'pulang, 'tetapi sejujurnya, ada pesan campuran dalam video itu,” sebut Jake Tapper.
 
"Saya ingin orang-orang mengingat bagaimana perasaan mereka menyaksikan Gedung Capitol Amerika Serikat diambil alih dan tindakan penghasutan dan kekerasan dan terorisme yang jelas oleh pendukung Trump, karena akan ada upaya untuk menghapus dan berpura-pura ini tidak terjadi," pungkas Tapper.

 
(REN)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif