Petugas keamanan berusaha mencegah pendukung Donald Trump masuk ke Gedung Capitol. Foto: AFP
Petugas keamanan berusaha mencegah pendukung Donald Trump masuk ke Gedung Capitol. Foto: AFP

Massa Pendukung Donald Trump Serbu Gedung Kongres, Senat Dievakuasi

Internasional politik as joe biden donald trump Pendukung Trump Rusuh
Fajar Nugraha • 07 Januari 2021 06:01
Washington: Sekelompok orang yang setia kepada Presiden Donald Trump menyerbu Gedung Capitol Hill pada Rabu 6 Januari 2021 waktu Amerika Serikat (AS). Serangan ini menghentikan penghitungan suara pemilu oleh Kongres untuk mengonfirmasi kemenangan Presiden terpilih Joseph R. Biden Jr.
 
Polisi langsung mengevakuasi anggota parlemen dari gedung di tempat kekerasan, kekacauan terjadi. Serangan ini dianggap telah mengguncang inti demokrasi Amerika.
 
Sekitar pukul 14:15 siang waktu setempat, ketika DPR dan Senat memperdebatkan langkah faksi Republik untuk membatalkan hasil pemilu, keamanan mendesak Wakil Presiden Mike Pence keluar dari ruang Senat dan gedung Capitol ditutup setelah para demonstran pro-Trump yang marah. Mereka melewati barikade dan menyerang masuk menuju ruangan legislatif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk beberapa waktu, senator dan anggota DPR dikurung di dalam ruangan masing-masing. Gambar yang diposting di media sosial menunjukkan adegan para pendukung yang bertengkar dengan keras dengan polisi ketika setidaknya satu orang turun ke mimbar Senat untuk menyatakan dukungannya kepada Trump.
 
Seorang wanita yang tampaknya menjadi bagian dari kelompok yang menyerbu Capitol dapat dilihat dalam sebuah video yang diunggah di media sosial sedang syuting di dalam gedung. Dia dalam kondisi kritis dengan luka di leher.
 
“Inilah yang Anda dapatkan, teman-teman,” Senator Mitt Romney, politisi Partai Republik yang berteriak ketika kekacauan terjadi di ruang Senat.
 
Kemarahan Romney tampaknya ditujukan kepada rekan-rekannya yang memimpin dakwaan untuk menekan klaim palsu Trump tentang pemilihan yang dicurangi.
 
"Inilah yang disebabkan presiden hari ini, pemberontakan ini," kata Romney dengan penuh kegeraman, seperti dikutip The New York Times, Rabu 6 Januari waktu AS atau Kamis 7 Januari 2021, waktu Indonesia.
 
Kerusuhan tersebut mendorong Wali Kota Muriel Bowser dari Washington untuk mengumumkan jam malam di seluruh kota mulai Rabu malam pukul 6.00 sore hingga jam 6.00 pagi Kamis pagi. Angkatan Darat mengaktifkan seluruh Garda Nasional Distrik Columbia dengan kekuatan 1.100 tentara, sebagai tanggapan atas permintaan wali kota, kata seorang pejabat Angkatan Darat pada hari Rabu.
 
Biden menanggapi kekerasan pada Rabu, dengan mengatakan, "Saya meminta Presiden Trump untuk tampil di televisi nasional sekarang untuk memenuhi sumpahnya dan membela Konstitusi dan menuntut diakhirinya pengepungan ini."
 
(REN)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif