Pemandangan salah satu sudut kota Praha, Republik Ceko. (AFP)
Pemandangan salah satu sudut kota Praha, Republik Ceko. (AFP)

Republik Ceko dan Slovakia Persulit Warga yang Tidak Mau Divaksinasi

Medcom • 23 November 2021 20:02
Praha: Republik Ceko dan Slovakia memberlakukan aturan ketat kepada melarang mereka yang tidak mau menjalani vaksinasi Covid-19. Mereka dilarang untuk memasuki hotel, pub, salon, dan sebagian besar ruang publik mulai Senin, 22 November.
 
Pengetatan dilakukan setelah kasus Covid-19 memenuhi bangsal perawatan intensif rumah sakit di kedua negara, dengan sebagian besar pasien yang sakit parah ternyata belum divaksinasi.
 
Dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 23 November 2021, Ceko dan Slovakia sama-sama mengadopsi sejumlah langkah baru pekan lalu, selangkah di belakang Austria yang sudah menerapkan pembatasan pada orang yang tidak divaksinasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Austria melakukan penguncian (lockdown) secara penuh pada Senin kemarin, di saat wilayah tersebut mengalami lonjakan kasus harian Covid-19.
 
Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) mencatat, Slovakia memiliki tingkat vaksinasi terendah ketiga Uni Eropa di angka 46,8 persen. Sementara 60 persen populasi Ceko setidaknya telah menerima satu dosis vaksin Covid-19.
 
Perdebatan mengenai kemungkinan kembalinya lockdown bagi orang yang sudah divaksinasi maupun belum semakin meningkat. Situs berita Slovakia Dennik N melaporkan, pemerintah dapat memperdebatkan proposal lockdown pada pertemuan Rabu besok, mengikuti langkah Austria.
 
Baca:  Masuki Gelombang Empat Covid-19, Austria Lockdown Total
 
Namun, koalisi yang berkuasa di Slovakia dapat terpecah mengenai isu ini. Di Republik Ceko, pertentangan serupa juga terjadi.
 
Pengusaha di Ceko dan Slovakia khawatir jika lockdown diterapkan, maka bisnis mereka bisa jatuh seperti tahun lalu. Sepanjang 2020, sebagian besar toko dan restoran di kedua negara itu harus ditutup.
 
"Saya percaya bahwa kita akan terkena lockdown lagi. Jadi, Natal tahun ini akan sangat mirip dengan yang terakhir," kata warga bernama Jakub Olbert di salah satu pasar musiman di Praha.
 
Olbert mengatakan, jumlah vendor di pasar Natal lain telah dikurangi setengahnya dengan persyaratan menjaga jarak fisik. Kebijakan ini dinilainya telah memukul sektor bisnis. (Nadia Ayu Soraya)
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif