Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih. Foto: AFP
Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih. Foto: AFP

Gelombang Pengunduran Diri Landa Gedung Putih Usai Serangan Capitol

Internasional joe biden donald trump Pendukung Trump Rusuh
Fajar Nugraha • 08 Januari 2021 08:27
Washington: Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilanda gelombang pengunduran diri. Ini dipicu serangan massa pendukung Trump ke Gedung Kongres AS, Capitol Hill pada Rabu 6 Januari 2021.
 
Baca: Kabinet dan Politikus Republik Buka Peluang Copot Trump.
 
Menteri Transportasi AS Elaine Chao mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis 7 Januari. Dia adalah menteri kabinet pertama yang bergabung bersama staf Presiden Trump yang mengundurkan diri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Chao, istri Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell mengatakan, “serangan massa telah sangat mengganggu saya dengan cara yang tidak bisa saya kesampingkan." Dia mengatakan pengunduran dirinya akan berlaku pada Senin.
 
Sebelumnya, Wakil penasihat keamanan nasional Matt Pottinger, tokoh terkemuka dalam perkembangan kebijakan Trump di Tiongkok, tiba-tiba mengundurkan diri pada Rabu.
 
Dia diikuti oleh Ryan Tully, direktur senior urusan Eropa dan Rusia di Dewan Keamanan Nasional. Diperkirakan akan lebih banyak lagi pejabat dekat Trump yang akan mengundurkan diri.
 
Janji Trump pada Kamis bahwa akan ada "transisi yang tertib" kepada Joe Biden pada 20 Januari sebagian dimaksudkan untuk mencegah pengunduran diri lebih lanjut. Tetapi seorang pejabat di Gedung Putih mengatakan, Itu tidak akan menghentikannya.
 
Dengan dua minggu tersisa dari kepresidenan Trump, banyak pembantunya sudah menuju pintu, tetapi kepergian tiba-tiba menunjukkan rasa jijik di antara beberapa orang atas dorongan massa pendukung yang menyerbu Capitol. Ini merupakan upaya yang pada akhirnya sia-sia untuk mencegah sertifikasi formal dari kemenangan pemilihan Biden.
 
Gambar-gambar menyedihkan memenuhi layar televisi di Amerika Serikat dan di seluruh dunia, selamanya menandai kepresidenan dan warisan Trump.
 
Chao telah memimpin Kementerian Transportasi AS selama empat tahun. Dalam sebuah wawancara dengan Reuters pada 31 Desember, Chao mengatakan dia berencana untuk tetap bekerja hingga 20 Januari.
 
Pada Kamis, dia dengan susah payah mengatakan bahwa "kami akan membantu penerus saya yang diumumkan, Wali Kota Pete Buttigieg, dengan mengambil tanggung jawab menjalankan departemen yang luar biasa ini."
 
Di antara mereka yang terdorong untuk mundur pada Kamis adalah Mick Mulvaney, mantan kepala staf Gedung Putih yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai utusan khusus untuk Irlandia Utara.
 
"Saya tidak akan terkejut melihat lebih banyak teman saya mengundurkan diri selama 24 hingga 48 jam ke depan," katanya di CNBC.
 
Gelombang pengunduran diri lebih lanjut kemungkinan besar terjadi di NSC atau Dewan Keamanan Nasional. Lembaga ini mengoordinasikan kebijakan luar negeri AS di antara badan-badan federal dan mempertahankan kontak dekat dengan pemerintah asing, sehingga kehilangan staf kunci dapat menimbulkan pertanyaan tentang keamanan nasional saat pemerintahan baru mengambil alih.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif