Gedung US Capitol di Washington DC, AS. (AFP)
Gedung US Capitol di Washington DC, AS. (AFP)

FBI Selidiki Ancaman Serangan di Gedung Capitol

Internasional amerika serikat iran as-iran Qassem Soleimani
Willy Haryono • 06 Januari 2021 10:54
Washington: Biro Investigasi Federal (FBI) menyelidiki ancaman kemungkinan adanya sebuah pesawat yang akan terbang ke arah Gedung Capitol di Washington DC, Amerika Serikat, pada Rabu, 6 Januari 2021. Menurut laporan CNN, mengutip seorang sumber terkait FBI, ancaman diduga terkait dengan kematian jenderal asal Iran, Qassem Soleimani.
 
Pesan adanya "ancaman" pertama kali dilaporkan kantor berita CBS News, yang juga mengklaim memiliki bukti rekaman audio.
 
"Kami akan menerbangkan pesawat ke Capitol pada Rabu. Soleimani akan kami balaskan dendamnya," ungkap suara di rekaman tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sumber yang dikutip CNN mengatakan, otoritas AS tidak menganggap ancaman tersebut kredibel. FBI kini menyelidiki rekaman audio itu sebagai pelanggaran frekuensi penerbangan.
 
Pada 3 Januari kemarin, warga Iran memperingati satu tahun kematian Soleimani. Pemimpin pasukan Quds dari Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC) itu tewas dalam serangan udara AS di Baghdad, Irak, pada 3 Januari 2020.
 
Kematian Soleimani memicu kemarahan Iran, yang berjanji akan membalas serangan tersebut.
 
Pemerintahan AS di bawah Presiden AS Donald Trump menuduh Soleimani terlibat rencana menyerang aset-aset Washington di kawasan. Beberapa hari usai kematian Soleimani, Iran meluncurkan puluhan misil balistik ke dua pangkalan militer di Irak yang menampung pasukan AS.
 
Baca:  IRGC: Nyawa Trump Tidak Cukup Balas Kematian Soleimani
 
Serangan misil membuat lebih dari 100 personel militer AS terluka di bagian kepala.
 
Peringatan satu tahun kematian Soleimani sempat dikhawatirkan akan diwarnai aksi kekerasan. Walau tidak terjadi peristiwa signifikan apapun, ketegangan antara AS dan Iran masih tetap tinggi.
 
Kabar mengenai potensi serangan terkait kematian Soleimani muncul sekitar dua pekan sebelum Joe Biden dilantik sebagai presiden baru AS.

 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif