Sebuah mobil polisi di Orebro terbakar dalam kerusuhan terkait kontroversi pembakaran Al-Quran di Swedia, 15 April 2022. (Kicki NILSSON / TT NEWS AGENCY / AFP)
Sebuah mobil polisi di Orebro terbakar dalam kerusuhan terkait kontroversi pembakaran Al-Quran di Swedia, 15 April 2022. (Kicki NILSSON / TT NEWS AGENCY / AFP)

Kerusuhan Terkait Pembakaran Al-Quran di Swedia Berlanjut ke Malam Ketiga

Internasional alquran islam swedia
Willy Haryono • 17 April 2022 15:41
Stockholm: Kerusuhan di Swedia terkait pembakaran kitab suci Al-Quran dan rencana kontroversial lainnya dari sebuah partai sayap kanan memasuki malam ketiga pada Sabtu, 16 April. Kepolisian Swedia mengatakan sekitar 100 pemuda melemparkan batu serta membakar mobil, ban dan tempat sampah di kota Landskrona.
 
Dikutip dari Guardian, Minggu, 17 April 2022, aksi vandalisme dilakukan setelah otoritas Swedia memindahkan jadwal kegiatan kontroversial partai sayap kanan Stram Kurs dari Landskrona ke Malmo.
 
Beberapa hari sebelumnya, pemimpin Stram Kurs bernama Rasmus Paludan telah membakar Al-Quran di kota Linkoping. Politikus asal Jerman yang juga memiliki kewarganegaraan Swedia itu melakukan aksinya di area yang didominasi Muslim. Setelah aksi tersebut, Paludan berencana melakukannya lagi di lokasi lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Situasi di Landskrona mulai membaik pada Sabtu malam, namun masih relatif tegang. Polisi mengatakan tidak ada korban luka dalam ketegangan antara demonstran dan petugas.
 
Kim Hild, juru bicara kepolisian Swedia bagian selatan, mengaku tidak akan mencabut izin acara Stram Kurs karena terbentur aturan kebebasan berbicara yang dilindungi undang-undang.
 
Baca: Politikus Sayap Kanan Bakar Al-Quran, PM Swedia: Kebebasan Berekspresi
 
Sejak Kamis kemarin, bentrokan antara demonstran dan pengunjuk rasa tandingan berlangsung di Stockholm, Linkoping dan Norrkoping. Ketiga kota tersebut sudah atau akan dijadikan lokasi acara oleh Stram Kurs.
 
Memasuki Jumat malam, bentrokan terjadi lagi di kota Orebro menjelang rencana Stram Kurs untuk membakar Al-Quran di sana. Sebanyak 12 polisi terluka dan empat mobil petugas dibakar dalam kerusuhan.
 
Rekaman video dan serangkaian foto memperlihatkan kekacauan di Orebro. Sejumlah demonstran terlihat melemparkan batu dan objek lainnya ke arah polisi antihuru-hara.
 
Dalam acara di sebuah taman di kota Malmo, Paludan hadir dan menyapa sejumlah orang. Ketegangan antar demonstran pendukung dan penentang Stram Kurs terjadi, dan polisi terpaksa menggunakan semprotan merica untuk membubarkan mereka.
 
Paludan dikabarkan terkena lemparan batu di bagian kaki. Namun secara keseluruhan, ia dan semua orang di lokasi tidak menderita luka serius.
 
Seorang politikus dan juga pengacara, Paludan mendirikan Stram Kurs, atau diartikan secara harfiah dengan Garis Keras, pada 2017. Agenda utama partai tersebut adalah menentang keimigrasian dan segala sesuatu mengenai Islam.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif