Sekjen PBB Antonio Guterres. (Michael M. Santiago / Getty / AFP)
Sekjen PBB Antonio Guterres. (Michael M. Santiago / Getty / AFP)

PBB Serukan Jeda Pertempuran di Ukraina Selama Paskah Ortodoks

Internasional pbb hari raya paskah rusia Rusia-Ukraina Sekjen PBB Perang Rusia-Ukraina Rusia vs Ukraina
Willy Haryono • 20 April 2022 12:36
New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan jeda pertempuran di Ukraina selama empat hari selama Pekan Suci Ortodoks agar proses evakuasi dan penyaluran bantuan kemanusiaan di negara tersebut dapat berjalan lancar.
 
Berbicara kepada awak media pada Selasa, 19 April, Guterres mengatakan Paskah Ortodoks akan berlangsung di tengah meningkatnya operasi militer Rusia di Ukraina timur, sehingga gencatan senjata sudah harus menjadi sebuah urgensi.
 
"Situasi kemanusiaan (di Ukraina) suram. Orang-orang tidak memiliki makanan, minuman, atau obat-obatan untuk mengobati mereka yang sakit atau terluka, atau untuk sekadar menjalani kehidupan sehari-hari," kata Guterres di New York, dikutip dari aljazeera, Rabu, 20 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lewat semangat Pekan Suci, saya menyerukan semua pihak, semua jawara perdamaian di seluruh dunia, untuk bergabung dengan seruan Paskah saya. Mari selamatkan nyawa. Hentikan pertumpahan darah dan kehancuran," lanjut dia.
 
Ia menyarankan agar jeda kemanusiaan di Ukraina dimulai pada Kamis besok, yang merupakan Kamis Suci bagi Kristen Ortodoks. Perayaan itu akan berlangsung hingga hari Minggu di mana Kristen Ortodoks merayakan Paskah.
 
Sebagian besar masyarakat Ukraina adalah Kristen Ortodoks.
 
"Alih-alih merayakan kehidupan baru, Paskah kali ini berlangsung dengan serangan Rusia di Ukraina timur. Konsentrasi intens pasukan dan senjata akan membuat perang ini lebih berdarah dan destruktif," sebut Guterres.
 
"Angka kematian warga sipil yang kita lihat sejauh ini mungkin akan terlihat kecil dibanding kengerian yang akan datang nantinya," lanjut dia.
 
Guterres mengatakan tujuan dari gencatan senjata selama empat hari di Ukraina adalah untuk membuka "koridor kemanusiaan," sehingga warga sipil dapat melarikan diri dari area-area konflik dan bantuan dapat disalurkan, termasuk ke Donetsk, Luhansk, dan Mariupol. 
 
Lebih dari 4 juta orang di di tiga area tersebut, dan 12 juta di seantero Ukraina, membutuhkan makanan, minuman, obat-obatan dan bantuan lainnya.
 
Baca:  Rusia Tetapkan Batas Waktu Baru Agar Ukraina Menyerah
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif