Tentara Rusia di jalanan Mariupol./AFP
Tentara Rusia di jalanan Mariupol./AFP

Rusia Tetapkan Batas Waktu Baru Agar Ukraina Menyerah

Internasional ukraina rusia Rusia-Ukraina Perang Rusia-Ukraina
Marcheilla Ariesta • 20 April 2022 07:57
Mariupol: Rusia membuat tenggat waktu baru untuk tentara Ukraina yang masih bertahan di Mariupol agar segera menyerah. Tenggat waktu yang disampaikan berlaku hingga hari ini, Rabu, 20 April 2022.
 
Ribuan tentara Rusia mengepung kota-kota di timur Ukraina dengan artileri dan serangan roket yang disebut Pertempuran Donbas. Sebelumnya, mereka merebut kota Kreminna.
 
Moskow menyerang pabrik baja Azovstal, benteng utama yang tersisa di Mariupol, dengan bom penghancur bunker.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dunia menyaksikan pembunuhan anak-anak secara online dan tetap diam," kata penasihat Presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak, dilansir dari Malay Mail.
 
Ultimatum untuk menyerah yang sebelumnya diberikan Rusia, tidak dipenuhi tentara Ukraina. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, tidak ada satu pun tentara Ukraina yang meletakkan senjata mereka dan memperbarui proposal tersebut.
 
Baca juga: Zelensky Umumkan Rusia Sudah Lancarkan Serangan Skala Penuh di Timur
 
Komandan Ukraina telah bersumpah untuk tidak menyerah.
 
"Angkatan bersenjata Rusia, yang murni berdasarkan prinsip-prinsip kemanusiaan, sekali lagi mengusulkan agar para pejuang batalyon nasionalis dan tentara bayaran asing menghentikan operasi militer mereka mulai pukul 14.00 waktu Moskow pada 20 April dan meletakkan senjata," tutur Kementerian Pertahanan Rusia.
 
Amerika Serikat, Kanada dan Inggris mengatakan mereka akan mengirim lebih banyak persenjataan artileri.
 
"Kami akan terus memberi mereka lebih banyak amunisi, karena kami akan memberi mereka lebih banyak bantuan militer," kata Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki.
 
Ia menambahkan, sanksi baru sedang disiapkan untuk Rusia. Presiden AS Joe Biden diperkirakan akan mengumumkan paket bantuan militer baru dengan ukuran yang sama dengan paket bantuan militer senilai USD800 juta minggu lalu, dalam beberapa hari mendatang.
 
"Tidak adil jika Ukraina masih harus meminta (senjata) yang telah disimpan selama bertahun-tahun di depot penyimpanan mitra kami," ujar Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
 
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan jeda kemanusiaan selama empat hari dalam pertempuran akhir pekan ini. Hal ini untuk memungkinkan warga sipil melarikan diri dan bantuan kemanusiaan dikirimkan.
 
Rusia melakukan invasi sejak 24 Februari lalu. Mereka meluncurkan 'operasi militer khusus' untuk mendemiliterisasi dan mendenazifikasi Ukraina.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif