Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov sebut tak masuk akal menuduh Rusia penyebab pipa gas Nord Stream bocor./AFP
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov sebut tak masuk akal menuduh Rusia penyebab pipa gas Nord Stream bocor./AFP

Kremlin: Enggak Masuk Akal Rusia Sengaja Bocorin Pipa Gas Nord Stream

Marcheilla Ariesta • 28 September 2022 19:27
Moskow: Kremlin mengatakan, tidak masuk akal untuk menuduh Rusia atas kebocoran gas Nord Stream. Menurut mereka, hal tersebut adalah pemikiran 'bodoh' dan tidak masuk akal.
 
Uni Eropa menganggap kebocoran gas pada pipa Nord Stream adalah tindakan yang sengaja dilakukan Negeri Beruang Merah tersebut.
 
"Cukup dapat diprediksi dan juga dapat diprediksi bodoh untuk menyuarakan narasi semacam ini - dapat diprediksi bodoh dan tidak masuk akal," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dilansir dari AFP, Rabu, 28 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, Ukraina mengatakan kebocoran itu adalah 'serangan teroris' yang dilakukan Moskow.
 
Baca juga: Pipa Gas Nord Stream Bocor di Laut Baltik, Ada Sabotase?
 
Sebuah seismograf di pulau Bornholm, Denmark, dekat tempat kebocoran terjadi, mencatat lonjakan sebanyak dua kali pada Senin, hari di mana pipa gas Nord Stream 1 dan 2 mengalami penurunan tekanan secara dramatis, kata pusat penelitian geologi Jerman GFZ.
 
Sebuah penerbangan militer Denmark di atas lokasi kebocoran membawa kembali citra mencolok, termasuk yang menunjukkan area gelembung gas selebar satu kilometer di permukaan laut.
 
Presiden Komisi Eropa Ursula Von der Leyen mengatakan, kebocoran itu diakibatkan 'sabotase.' Ia mengancam akan memberikan 'respons sekuat mungkin' terhadap gangguan yang disengaja terhadap infrastruktur energi Eropa.
 
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menggambarkan kebocoran pipa gas Nord Stream sebagai 'tindakan yang disengaja, sembari menambahkan: 'Peristiwa ini bukan sebuah kecelakaan.'
 
Sementara PM Polandia Mateusz Morawiecki menyebut kebocoran Nord Stream sebagai tindakan sabotase yang 'mungkin menandai langkah selanjutnya dari eskalasi situasi di Ukraina.'
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif