Presiden AS Donald Trump. (AFP)
Presiden AS Donald Trump. (AFP)

Tokoh Republik Sebut Trump Lakukan Pelanggaran Berat

Internasional amerika serikat donald trump Pendukung Trump Rusuh
Willy Haryono • 10 Januari 2021 11:29
Washington: Perhatian dunia tertuju pada Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas perannya dalam peristiwa kerusuhan di Gedung Capitol pada Rabu kemarin. Menurut seorang tokoh Partai Republik, Senator Pat Toomey, peran Trump dalam kerusuhan yang menewaskan lima orang itu merupakan pelanggaran berat.
 
Tidak hanya berat, pelanggaran yang dilakukan Trump dinilai dapat berujung pada proses pemakzulan. Namun Toomey menolak berkomentar lebih jauh mengenai rencana Partai Demokrat untuk memakzulkan kembali Trump.
 
Pada 2019, Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dikuasai Demokrat pernah memakzulkan Trump. Namun Trump tetap bertahan karena upaya pemakzulan itu ditolak di level Senat. Rencananya, Demokrat akan mengajukan kembali pemakzulan Trump pada Senin besok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya tidak tahu apa yang akan mereka (Demokrat) ajukan kali ini. Saya hanya khawatir DPR akan mempolitisasi sesuatu," tutur Toomey.
 
"Menurut saya presiden telah melakukan pelanggaran yang dapat berujung pemakzulan. Tapi saya tidak tahu apakan (pemakzulan) akan masuk ke level Senat," sambungnya, dilansir dari laman Outlook India pada Minggu, 10 Januari 2021.
 
Baca:  Demokrat akan Coba Makzulkan Lagi Donald Trump
 
Upaya Demokrat untuk kembali memakzulkan Trump mendapat momentum pada Sabtu kemarin. David Cicilline, politikus Demokrat yang memimpin upaya pemakzulan Trump, mengaku telah mendapat sekitar 185 pendukung.
 
Cicilline akan mengajukan pemakzulan Trump dengan tuduhan menghasut terjadinya huru-hara. Nantinya proposal pemakzulan ini akan diajukan secara resmi pada Senin besok, dan pemungutan suaranya dijadwalkan berlangsung pada Rabu.
 
Jika lolos di level DPR AS, proposal pemakzulan akan dilanjutkan ke Senat. Nantinya jajaran senator akan bertindak sebagai juri, untuk menentukan apakah Trump layak dimakzulkan atau tidak.
 
Bila seandainya Trump dimakzulkan oleh Senat, maka wakil presiden Mike Pence akan menggantikan posisi kepala negara.
 
Demokrat optimistis proposal pemakzulan kali ini akan mendapat lebih banyak dukungan, karena sejumlah politisi Republik pun mengecam tindakan Trump atas kerusuhan di Gedung Capitol.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif