Presiden Haiti Jovenel Moise sudah dimakamkan di Cap-Haitien pada 23 Juli 2021. Foto: AFP
Presiden Haiti Jovenel Moise sudah dimakamkan di Cap-Haitien pada 23 Juli 2021. Foto: AFP

Diduga Terlibat Pembunuhan Presiden Haiti, Kepala Keamanan Moise Ditahan

Internasional Kasus Pembunuhan politik haiti Haiti Jovenel Moise
Fajar Nugraha • 27 Juli 2021 15:06
Port-au-Prince: Pihak berwenang Haiti pada Senin 26 Juli menangkap koordinator keamanan Presiden Jovenel Moise. Jean Laguel Civil diduga terlibat dalam pembunuhan Moise pada 7 Juli lalu.
 
Penahanan terhadap Civil diakui oleh pengacaranya Reynold Georges, kepada Miami Herald.
 
“Saya tidak tahu atas dasar apa Komisaris Divisi Kepolisian Nasional Haiti Jean Laguel Civil, telah ditangkap, dan mungkin mereka akan memberi tahu saya,” ujar Georges, kepada Miami Herald.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Civil tidak mengendalikan pasukan apa pun dalam detail keamanan berlapis-lapis presiden tetapi mengawasi mereka yang melakukannya. Dia menjadi salah satu orang yang dihubungi Moise di tengah malam pada 7 Juli setelah dia mendengar penembakan di sekitar kediaman pribadinya.
 
Pada saat penangkapannya, Civil telah ditempatkan di sel isolasi di bawah perintah dari otoritas kehakiman, bersama dengan orang lain yang bertanggung jawab atas keamanan presiden.
 
Tuduhan tersebut sebagian besar sama dengan dakwaan yang terdaftar untuk beberapa warga negara Haiti lainnya yang dicari sehubungan dengan pembunuhan presiden. Pemerintahan baru Haiti dianggap telah menunjukkan sedikit bukti hingga saat ini untuk mendukung surat perintah penangkapannya.
 
Jaksa pemerintah Haiti Bedford Claude tidak menanggapi permintaan komentar dari Miami Herald dan Biro McClatchy Washington.
 
Penangkapan juga dilakukan kepada Windelle Thélot. Dia adalah hakim pengadilan tinggi kedua tahun ini yang dituduh terlibat dalam kudeta terhadap Moise.
 
Awal tahun ini, Hakim Agung Yvickel Dabrésil dituduh menjadi bagian dari rencana yang diduga berusaha untuk menggulingkan dan membunuh Moise setelah hakim dan 17 warga Haiti lainnya ditangkap di tengah malam saat masih mengenakan piyama.
 
Dabrésil membantah tuduhan itu dan akhirnya dibebaskan karena alasan teknis, mengingat statusnya sebagai hakim. Dia kemudian dipecat oleh Moise setelah presiden mengumumkan pengunduran diri paksa Dabrésil dan dua hakim lainnya yang ditunjuk oleh oposisi sebagai calon pengganti presiden, termasuk Thélot.
 
Pemecatan dan penunjukan yang tidak konstitusional dari tiga pengganti yudisial menyebabkan teguran langka Mose pada saat itu oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).
 
Surat perintah penangkapan untuk Thélot diumumkan pada hari yang sama ketika Pengadilan Tinggi Auditor dan Sengketa Administratif negara itu dijadwalkan untuk mendengarkan banding atas pemecatannya oleh Moise. Keberadaannya tidak segera diketahui.
 
Hingga kini lebih dari 20 orang telah ditangkap termasuk 18 warga Kolombia dan tiga warga negara Haiti yang tinggal di Florida Selatan. Namun sejauh ini pihak berwenang Haiti belum mengatakan siapa yang mendanai pembunuhan itu atau apa motivasi di balik serangan bersenjata itu, yang juga menyebabkan ibu negara Martine Moise terluka.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif